NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Beritanya

Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juli 2017

Pengunjung Istura dan Museum Open 2017 Tembus 21.332


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Hari terakhir pelaksanaan Istana Bogor untuk Rakyat (Istura) dan Museum Open 2017, Jumat (28/07/2017), total jumlah pengunjung yang tercatat tembus hingga mencapai 21.332 orang. Jumlah tersebut berdasarkan catatan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Seperti disampaikan Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi, tingginya jumlah pengunjung itu tentunya menjadi kabar gembira. Sebab, tingginya jumlah pengunjung itu pun sesuai dengan prediksi dan target yang telah Disparbud untuk pelaksanaan tahun 2017 ini.

"Jadi, berdasarkan catatan kami dari jumlah tiket yang dikeluarkan dan hasil check door pihak istana dan Paspampres total jumlah pengunjung pada kegiatan Istura dan Museum Open 2017 ini sebanyak 21.332 orang," jelas Shahlan.

Jumlah sebanyak itu, kata Shahlan, diantaranya berhasil dipecahkan pada rekor jumlah pengunjung di hari terakhir Istura dan Museum Open 2017 yang tercatat hingga mencapai 6.752 orang. Angka tersebut tentunya menjadi yang tertinggi dibanding pelaksanaan empat hari sebelumnya.

"Hari ini (hari terakhir Istura dan Museum Open 2017) mencapai yang tertinggi dengan total jumlah pengunjung yang masuk sebanyak 6.752 orang. Kemudian tertinggi kedua terjadi di hari kemarin (Kamis, 27/7/2017) yang tercatat sebanyak 5.705 orang," ungkapnya.

Atas capaian target itu pun, masih kata Shahlan, Disparbud mengaku cukup puas. Pasalnya, target 20 ribu yang ditetapkan untuk tahun 2017 tercapai dan bahkan terlampaui. "Semoga saja ini akan terus meningkat dan tetap menjadi salah satu favorit warga dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB)," ujarnya. (Isp)

Jumat, 28 Juli 2017

Kota Bogor Terima Bantuan Riset Program Kota Ramah Air


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan Program Bogor Kota Ramah Air adalah menyusun kerangka kebijakan dan skema pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan berbagai perencanaan kota yang sudah disusun sebelumnya.

“Bagi kami di Kota Bogor, kami ingin seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan tentunya didukung dengan perencanaan yang memadai,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam Pertemuan tele-Conference - Urban Water Cluster Adivisory Board The Australia Indonesia Centre di Batavia Room ANZ Tower Jakarta, Jumat (28/07/2017).  

Pertemuan ini kata Bima, merupakan tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya di Bogor pada 21 November 2016 lalu. Selama tiga tahun, mulai tahun 2016 hingga tahun 2018 kedepan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan menerima bantuan berupa riset dari The Australia-Indonesia Centre untuk Program Bogor Kota Ramah Air yang akan melibatkan para akademisi dari Monash University Australia, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI). Khusus untuk Kota Bogor lokasi riset dilaksanakan di dua lokasi yaitu Kampung Pulo Geulis dan Griya Katulampa, sedangkan untuk Kabupaten Bogor di Cibinong Raya dan Perumahan Sentul City.

Lebih lanjut Bima Arya menambahkan, saat ini Pemkot Bogor sedang melakukan evaluasi dan revisi terhadap rencana tata ruang dan tata wilayah Kota Bogor tahun 2011-2031, sebab program ini harus selaras dengan kebijakan tersebut..

“Namun sebagai Wali Kota, saya dan jajaran akan mendukung penuh program dan kegiatan ini untuk mewujudkan Bogor sebagai Kota Ramah Air. Saya berharap warga kota Bogor dapat mendapatkan manfaat dari program,” harapnya.

Dalam mendukung kesuksesan Program Bogor Kota Ramah Air menurut Bima dibutuhkan adanya sinergitas banyak pihak seperti pemerintah atau birokrasi, sektor swasta, para akademisi, media massa dan komunitas.(Rahmat)

Kamis, 27 Juli 2017

2020 Indonesia Bebas Campak dan Rubella


XPOSNEWS.com (Bandung) - Penyakit Campak dan Rubella atau CRS (Congenital Rubella Syndrome) adalah suatu infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus dan keduanya mudah menular dengan hanya bersin atau batuk melalui udara sehingga membuat penyakit ini tergolong penyakit yang mudah menular.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 melalui gebrakan kegiatan vaksinasi tambahan berskala Nasional.

Dan tahun ini, pemerintah mulai melaksanakan kampanye vaksin-vaksin baru, diantaranya vaksin MR atau Measles Rubella dengan lebih dulu dilakukan di pulau Jawa yang akan dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2017. 

Berkaitan rencana tersebut Pemerintah Kota Bandung, dalam hal ini Dinas Kesehatan, akan melakukan Kampanye Imunisasi Vaksin MR pada anak usia 9 Bulan hingga dibawah 15 Tahun, pada Bulan Agustus dan September.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, vaksinasi pada usia 9 bulan hingga dibawah 15 tahun adalah usia anak-anak sekolah yang sangat mudah terkena paparan Virus CRS.


"Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk melaksanakan sosialisasi kegiatan ini di sekolah-sekolah, sedangkan anak-anak yang tidak sekolah tapi ada dalam usia tersebut dilaksanakan pada September 2017 di posyandu, klinik lainnya atau rumah sakit setempat," katanya.

Menurut Rita, untuk kegiatan ini pihaknya akan dibantu oleh sekitar 156 orang dokter, perawat sebanyak 347 orang, bidan sebanyak 376 orang, tenaga kesehatan lainnya sebanyak 585 orang dan akan ada supervisi sebanyak 278 orang serta melibatkan 11.396 kader kesehatan untuk menjemput sasaran yang sulit menjangkau tempat imunisasi terdekat.

"Tempat imunisasi disiapkan di 652 PAUD, 649 TK, 378 SD, 279 SMP dengan total lokasi pelaksanaan Bulan Agustus 2017 sebanyak 2.290 titik," ucap Rita, ketika ditemui wartawan di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (27/07). (Hilda)

Berita Bahasa Sunda, Seharusnya Bukan Translate Tetapi Rewrite


XPOSNEWS.com (Bandung) - Sastrawan yang juga wartawan senior, Abdullah Mustafa menegaskan jika membaca berita berbahasa Sunda saat ini semakin kentara kesalahkaprahannya, hal itu diduga terjadi karena penulis tidak memahami rasa bahasa, kosa kata dan juga struktur Bahasa Sunda itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Abdullah saat menjadi salah seorang pembicara dalam Pelatihan Menulis Berita dalam Bahasa Sunda bagi media cetak dan elektronik yang digelar Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, di Padepokan Seni Mayang Sunda Kota Bandung Jl. BKR Bandung, Kamis (27/7).

"Memang selama ini, yang dilakukan redaksi adalah hanya menerjemahkan berita yang sudah ada dalam Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda. Seharusnya bukan proses translate yang dilakukan tetapi rewrite atau menulis ulang berita dalam Bahasa Indonesia itu ke dalam Bahasa Sunda," katanya.

Abdullah khawatir jika kondisinya terus seperti saat ini, yang diharapkan pembaca bisa menikmati, malah justru sebaliknya.

"Jika terus seperti ini sebaiknya format berita dalam Bahasa Sunda jangan dibuat straight news, tetapi lebih baik dengan format feature atau berita mendalam," jelasnya.

Tentu saja menurut Abdullah, membuat berita mendalam juga memiliki tantangan tersendiri, tetapi setidaknya bagi penulis ada kesempatan untuk mengeksplor Bahasa Sunda lebih lengkap lagi sehingga berita yang disajikan bisa dinikmati baik rasa maupun logikanya. (Hilda)

Gubernur Jabar Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Jawa Barat


XPOSNEWS.com (Bandung) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) secara resmi mengukuhkan pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2017-2022 di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (26/7/2017). Sebagai organisasi yang ada di pelosok desa/kelurahan hingga kota, Aher ingin Karang Taruna mempunyai garapan atau program yang jelas.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 427/Kep.657-Yanbangsos/2017 tentang Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Barat Masa Bakti Tahun 2017-2022. Berdasarkan keputusan tersebut, Subchan Daragana akan mengomandani Karang Taruna Jabar lima tahun ke depan.    

Dalam arahannya Aher mengatakan, Karang Taruna harus bisa menjadi gerakan sosial atau social movement di tengah masyarakat. Dengan begitu, Karang Taruna akan terasa manfaat dan kehadirannya oleh masyarakat, tidak hanya ada ketika 17 Agustus saja.

“Saya berharap minimal di Jawa Barat menjadi pelopor, Karang Taruna punya garapan yang jelas. Pertanda Karang Taruna itu ada dimana-mana, jangan hanya ada, kelihatan ketika mau 17 Agustusan. Jangan hanya itu, tapi jelas ada gerakan sosialnya,” ujar Aher.

Aher meminta hal tersebut bisa dirumuskan oleh Karang Taruna Jawa Barat. Masalah-masalah sosial yang ada menunggu sentuhan tangan-tangan lembut dari seluruh anak bangsa untuk diselesaikan termasuk dari Karang Taruna.

“Karang Taruna ini kan sebuah gerakan sosial yang menyatukan potensi para pemuda dari tingkat desa dan kelurahan sampai ke tingkat pusat untuk bersatu padu, bahu membahu membangun kebersamaan,” ungkap Aher yang juga sebagai Pembina Umum Karang Taruna Jawa Barat.

“Kemudian mengokohkan nilai-nilai kebangsaan, dan juga mengukuhkan fakta kebhinnekaan, fitrah kebhinnekaan yang hadir di tengah-tengah kita. Saya kira kalau fungsi besar ini kita pahami dengan baik niscaya kita akan sangat aktif di Karang Taruna. Karena keaktifan ini akan menjadi sebuah gerakan sosial untuk merajut, menenun kebangsaan kita,” tambahnya.

Hal lain Aher menekankan kontribusi Karang Taruna juga diperlukan di bidang ekonomi. Menurut Aher, koperasi bisa menjadi salah satu jalan dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan Karang Taruna. Koperasi adalah kumpulan orang-orang yang kemudian mengumpulkan modal bersama-sama. Koperasi bukan usaha kecil atau UMKM yang bisa menyejahterakan para anggotanya bersama-sama secara merata hingga membentuk sebuah usaha besar.

“Koperasi itu cara memeratakan pendapatan, cara memeratakan kesejahteraan. Jadi sejahtera bareng-bareng, kaya bareng-bareng itu koperasi bentuk ekonominya. Itulah Ekonomi Pancasila,” ucap Aher.
“Mari kita ubah sekarang dan yang mengubah dan kemudian mempeloporinya adalah Karang Taruna Indonesia. Insya Allah,” lanjutnya. (Frida)

Sering Main Gadget, Anak Akan Jadi Autis


XPOSNEWS.com (Bandung) - Direktur Autisme Care Center, Juju Sukmana mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menderita Autis terkadang terjadi sejak lahir. Namun dalam perkembangannya kini, anak hingga usia lima tahun memiliki kemungkinan menyandang autisme jika kurangnya stimulus dari orang sekitar khususnya orangtua. 

Untuk itu, mengajak bicara, bercanda, hingga bercengkrama bersama anak sangatlah penting dilakukan orang tua.

"Kebanyakan autis itu sejak lahir tapi hati-hati sekarang dengan marakaya gadget, kurangnya perhatian orang tua bisa memicu autis," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, banyak orangtua sekarang memberikan gadget ke anak biar asik bermain. Padahal kesibukan anak dengan gadget dan kurangnya perhatian dari orangtua bisa memicu ke autis. 

"Setiap anak punya gejala autis tapi karena stimulusnya baik jadi enggak muncul. Kalau kurang perhatian, anak bisa autis," ujarnya.

Juju menjelaskan, pemberian sederet alat berteknologi canggih dengan harga yang tergolong mahal bukan menjadi jalan keluar agar anak bisa asyik dan tidak mengganggu orangtua. 



"Jangan sampai pemberian gadget justru membuat orangtua menjadi menyesal. Tiba-tiba anak kaya punya dunianya sendiri, itu tidak akan baik untuk tumbuh kembangnya," tuturnya.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap ABK, General Manager Indo Wisata Permata (IWP) Wahyudi menggelar kegiatan mewarnai dengan mengundang 15 anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Autisme Care Center.

"Kita mengundang dari Yayasan anak autis untuk datang ke sini sesuai dengan budaya perusahaan kita, ingin berbagi dengan mereka agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya," ungkapnya. 

IWP ingin memfasilitasi baik ABK maupun para pendidiknya. Pasalnya, dalam membimbing ABK ini memerlukan perhatian yang lebih.

"Apa yang kita punya dan bisa diberikan kepada mereka kita berikan, terus membantu tenaga pendidiknya karena dinilai sangat berjasa. Mengingat ABK ini butuh penanganan khusus dari gurunya," ungkapnya. 

"Kami juga ingin merasakan betapa susahnya mendidik anak autis. Sebab ini baru pertama kali kami lakukan sebagai bagian dari program corporate social responsibility kita kepada mereka," tambahnya.

Wahyudi berharap dengan kegiatan ini bisa mengenalkan lokasi wisata permata yang dibuat, bukan hanya sebatas destinasi wisata saja, melainkan untuk kegiatan positif lainnya.

"Sekaligus menegaskan bahwa tempat ini bukan hanya untuk wisata permata saja tapi bisa juga untuk outing, gathering, apalagi event lainnya yang bisa berguna bagi masyarakat," pungkasnya. (Hilda)

Pemkot Bogor Gelar Sosialisasi BPB Tingkat Kota Tahun 2017



XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Guna mensukseskan kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB) tahun 2017, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar sosialisasi Bulan Penimbangan Balita tingkat Kota Bogor. Kegiatan secara resmi dibuka Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra) Edgar Suratman di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis (27/07/2017).

Edgar mengatakan, kegiatan BPB rutin dilaksanakan setiap tahun. Oleh karena itu harus menghasilkan kualitas. Jadi bukan hanya sekedar dilakukan, tetapi harus berdampak terhadap efektifitas bagaimana gizi anak-anak di Kota Bogor bisa terjamin.



Edgar menyebutkan, Bulan Penimbangan Balita adalah salah satu tolok ukur yang bisa memberikan jaminan ada tidaknya gizi buruk di Kota Bogor. Semuanya berpulang kepada gerakan BPB. Oleh karena itu, kepada Camat, Lurah, kader dan termasuk TP PKK diupayakan agar mengoptimalkan peran bersama dengan jajaran Puskesmas yang ada di wilayah.

“Gizi buruk sangat berdampak terhadap masalah pendidikan. Dapat dibayangkan apabila sejak dini kita tidak bisa menjamin kesehatannya otomatis tidak bisa mengakselerasi pendidikannya. Oleh karena itu kami berharap kegiatan BPB tahun ini semua dapat tersisir dengan maksimal sehingga bisa mencapai target 100 persen,” jelas Edgar. (Urip)

Program Kesehatan Gizi Balita Salah Satu Program Prioritas Dinkes


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Program kesehatan gizi balita masuk dalam program prioritas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, salah satunya melalui Bulan Penimbangan Balita, jangan sampai mengenai gizi ini masuk dalam beban ganda pemerintah seperti penyakit menular dan penyakit tidak menular. Sebab, saat ini Indonesia tengah menghadapi masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian serius yakni triple burden.

Hal itu diutarakan Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah pada saat sosialisasi Bulan Penimbangan Balita (BPB) tingkat Kota Bogor di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis (27/07/2017).

“Kalau gizi balita menjadi beban pemerintah maka akan menjadi triple burden (jumlah kelahiran bayi yang masih tinggi, masih dominannya penduduk muda, dan jumlah lansia yang terus meningkat) dan itu yang harus dicegah,” kata Rubaeah.

Menurut Rubaeah, dalam siklus kehidupan manusia, usia balita merupakan masa yang sangat penting. Pada saat itu terjadi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan  cukup pesat. Jika terjadi kelainan pada kelompok usia masa ini akan mengakibatkan hal serius pada generasi yang akan datang.



Untuk mengetahui perkembangan tersebut, Rubaeah menyebutkan setiap tahun pemerintah melaksanakan Bulan Penimbangan Balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus dengan melibatkan berbagai pihak agar dapat menjaring lebih banyak sasaran dan dapat mendeteksi secara dini bayi dan balita yang bermasalah dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Di tahun 2017 pihaknya menargetkan sasaran Bulan Penimbangan Balita se Kota Bogor di enam kecamatan dengan jumlah 95.427 balita, diantaranya Bogor Selatan 18.037 balita, Bogor Timur 9.468 balita, Bogor Tengah 9.769 balita, Bogor Barat 21.193 balita, Bogor Utara 17.202 balita dan Tanah Sareal 19.758 balita.

Lebih lanjut Rubaeah mengatakan, berbarengan dengan Bulan Penimbangan Balita dilakukan juga pemberian kapsul Vitamin A dan monitoring garam beryodium. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi BPB dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan. (Urip)

Senin, 05 Desember 2016

Dari Amerika Serikat Mannaquin Challenge Merambah Ke Kelurahan Kencana


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Mannequin challenge alias tantangan mematung bak maneken menjadi fenomena baru di internet.  Manekin atau  Mannequin Challenger kini sedang ramai di medsos, mulai dari anak anak sekolah, atlet selebriti hingga Wali Kota Bogor Arya.

Senin lalu, Wali Kota Bima Arya mengunggah videonya melalui.medsos saat briefing Staff di Balaikota. Dalam video itu terlihat peserta breafing Staf membeku seperti Patung.

Aksi mematung juga dilakukan Lurah Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Lurah bersama Kasi Trantib dan Stafnya serta 4 orang Duta Komunikasi IPB, sekitar 2 menit membeku.

Aksi itu dilakukannya saat pengambilan shooting di lokasi home industry pengrajin limbah kayu di RW 03 Kelurahan Kencana. Video tersebut diunggahnya di akun Twitter @Kel_Kencana.

"Ini hanya aksi spontan bersama temen-temen mahasiswi IPB yang sedang  melakukan peliputan di wilayah kami," ujar Kasi Trantib Kelurahan Kencana Iyan Sofyan

Lantas, siapa yang pertama kali memulai tren itu? Usut punya usut, asal-usulnya berasal dari sekelompok murid di Edward H White High School, Florida, Amerika Serikat.



Salah satu penggagasnya, Jasmine Cavins, bercerita soal ide mannequin challenge yang berasal dari keisengan, sebagaimana dilansir ABCNews dan dihimpun KompasTekno.

Kala itu, di ruang kelas, seorang murid bernama Emili berjalan ke sisi depan dan tiba-tiba mematung. Hal tersebut disadari murid lainnya bernama Alaynah.  "Hei, kau seperti maneken," kata Alaynah yang dicontohkan Cavins.

Dua teman mereka lainnya, Jasmine dan Breonna, sontak ke depan kelas dan turut mematung seperti Emili. Nah, seorang teman bernama Deryk-lah yang kepikiran untuk menjadikan keisengan temannya sebagai tantangan.

"Di situ baru kami merekam videonya dengan pose-pose aneh," Cavins menuturkan.

Cavins mengunggah video mannequin challenge bersama teman-temannya di akun Twitter personalnya pada 27 Oktober lalu. Video itu di-RT lebih dari 4.000 kali dengan love yang lebih kurang berjumlah sama.

Mannequin challenge alias tantangan mematung bak maneken menjadi fenomena baru di internet. Berbagai kalangan, mulai dari politikus, pemain bola, artis, hingga masyarakat biasa, berbondong-bondong mengunggah video mannequin challenge di media sosial.  

Setelahnya, tren mannequin challenge mewabah di seluruh dunia. Beberapa nama populer tak canggung melakukan tantangan itu, mulai dari kandidat presiden AS Hillary Clinton, First Lady Michelle Obama, penyanyi Adele, personel The Beatles Paul McCartney, pembawa acara talkshow Elle DeGeneres, komedian dan pembawa acara Carpool Karaoke James Corden, hingga pemain bola seperti Cristiano Ronaldo.

Di Indonesia, beberapa nama tenar seperti Raffi Ahmad, Aming, dan Jordi Onsu turut meramaikan tren mannequin challenge. Institusi kawakan layaknya kru e-commerce Lazada, kru acara televisi Dahsyat, mahasiswa Universitas Mercu Buana Bekasi, hingga Kepolisian Brebes juga mengunggah video aksi mematung itu. (Isp)

Minggu, 21 Februari 2016

Komunitas Berkawan Indonesia Ikut Dukung #BebasSampah2020

 

XPOSNEWS.com, (Bogor) - Minggu, 21 Februari 2016 diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Indonesia. Tidak terkecuali di Bogor, warga Bogor beserta komunitas-komunitas yang ada di Bogor dan Pemerintah Kota Bogor ikut meramaikan hari bersejarah tersebut dengan kegiatan utama membersihkan sampah di area car free day. Acara yang dihadiri juga oleh Walikota Bogor Bima Arya dan jajarannya memiliki magnet tersendiri untuk menarik massa datang ke Taman Ekspresi. Berbagai komunitas yang berperan aktif di kota Bogor juga hadir di antaranya komunitas Berkawan Indonesia, Bogor Clean Action, Pendaki Bogor, Relindo (Relawan Indonesia), Relawan Bogoh ka Bogor, Relawan Rumah Zakat dan lain-lain.


Komunitas Berkawan Indonesia yang fokus kepada minat baca anak Bogor kembali membuka Lapak Baca dengan tema “Peduli Sampah Peduli Kota” dalam rangkaian kegiatan HPSN di Taman Ekspresi tersebut. Indri Guli, Presiden Berkawan Indonesia, menjelaskan bahwa partisipasi Berkawan Indonesia dalam HPSN merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan fokus isu pentingnya mengurangi sampah, terutama sampah plastik, juga menanamkan kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya. 

“Kami ingin berkontribusi untuk mewujudkan Bogor sebagai kota bersih dengan menanamkan nilai-nilai kebersihan pada anak-anak melalui kegiatan mewarnai dan mendongeng tentang bahaya membuang sampah sembarangan,” ujar Guli.


Antusias warga yang datang ke Lapak Baca Berkawan Indonesia pun ramai sekali. Selain anak-anak, banyak juga ibu-ibu yang datang untuk mempelajari bagaimana memanfaatkan pakaian bekas menjadi tas yang bermanfaat dan dapat digunakan sehari-hari. Hal ini guna mendukung dalam mengurangi penggunaan kantong plastik yang digalakkan oleh pemerintah kota Bogor. Bertepatan dengan HSPN juga, kebijakan plastik berbayar mulai diberlakukan di beberapa kota di Indonesia, termasuk Bogor. Para retailer akan menerapkan pemberlakuan harga Rp. 200,00 untuk setiap kantong plastik yang diminta oleh konsumen. Meskipun harga kantong plastik relatif murah, Walikota Bogor menghimbau masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri setiap kali berbelanja.

Kamis, 04 Februari 2016

Mengedukasi Anak dari Alam Sekitar


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Komunitas Berkawan Indonesia kembali mengadakan kegiatan Lapak Baca tanggal 31 Januari 2016 yang berlokasi di Taman Kencana, Bogor. Kali ini, kegiatan rutin yang dilakukan bertemakan tentang pengenalan burung untuk anak-anak. Walaupun saat itu, hujan rintik - rintik mengguyur kota Bogor, namun hal tersebut tidak mengurangi antusias anak-anak yang datang untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh kakak-kakak dari Komunitas Berkawan Indonesia. 

Menurut Indri Guli, salah satu anggota Berkawan Indonesia, memaparkan kegiatan pengenalan aneka burung untuk anak-anak yang dilaksanakan oleh komunitas.  


Anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan mewarnai aneka jenis burung, diantaranya seperti burung elang, burung merpati, kakak tua, burung tekukur sampai burung hantu. 

Tidak hanya itu, anak-anak dipandu membuat burung dari kertas origami dengan beragam warna yang mereka sukai. 

“Tujuan dari diselenggarakannya acara lapak baca tersebut ialah ingin membuat tema lapak baca dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat mengedukasi pengetahuan anak sejak dini. Nyatanya banyak anak-anak yang hanya tahu jenis burung yang sering mereka lihat di sangkar. Selain itu, kita juga bisa tahu banyak hal di sekitar kita dengan referensi dari buku. Jadi ada korelasi antara lapak baca dengan kehidupan alam di sekitar kita,” ujarnya.


Sementara, Irma Sutisna salah satu peserta dalam kegiatan ini yang ikut berkontribusi menyukseskan acara turut pula berbagi cerita tentang macam-macam burung yang sering ditemui di perkotaan maupun di pedesaan kepada anak-anak sebagai bahan wawasan untuk lebih banyak mengenal jenis burung.

Irma juga,  membimbing anak-anak untuk mengamati burung yang ada di sekitar taman kencana dengan menggunakan alat binokuler. “Waktu yang tepat untuk mengamati burung yaitu di pagi hari dan sore hari,” jelasnya. (Hilda Septriani)

Minggu, 24 Januari 2016

Milad ke-6, Majlis Zikir Khaerunnisa Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Untuk mempererat silaturahim  diantara sesama jamaahnya,  Majlis Zikir Khaerunnisa Kampung Gardu Tugu RT 1/RW I Kel. Margajaya Kec. Bogor Barat  Kota Bogor, melaksanakan milad yang ke 6 dengan menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (24/1). Ketua  Majlis Zikir Khaerunnisa, Hj. Neneng Siti Hapsah, S.Pd mengatakan , majlis zikir yang dipimpinnya difokuskan kepada zikiir bersama mulai dari membaca surah Yasin dilanjutkan dengan tahlil dan tahmid  setiap Kamis malam di rumahnya.


“Alhamdulillah saat ini sudah berlangsung selama 6 tahun dan beberap diantaranya sudah ada yang menghadap Illahi Robbi. Setiap Kamis malam kami bersama-sama mengrimkan du’a baik bagi anggota yang sudah tiada maupun para orang tua kami yang sudah meninggalkan,” ungkapnya. Kegiatan ini, lanjut Neneng, tidak  hanya untuk berzikir saja, namun juga saling berbagi serta  daripada berdoa sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Karena, bulan ini masih bulan Maulud maka peringatan kali ini dilangsungkan  dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Meskipun sebagian besar anggota majlis adalah warga Gardu Tugu, namun karena dilaksanakan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW yang datang tidak hanya warga setempat,”paparnya. Sementara itu, Ustad Ahmad Nurhidayat yang bertindak sebagai pemberi Tausiah, mengajak seluruh anggota majlis agar menjadikan perilaku Nabi Muhammad sebagai suri tauladan dan dijadikan kebiasaan sehari-haro.

“Umat Islam melalui ajaran Baginda Rasul, hidupnya sudah diatur secara tertib dengan do’a mulai bangun tidur hingga mau tidur lagi,” urainya. Dia juga berharap gara kegiatan yang dilaksanakan oleh Majlis Zikir Khaerunnisa terus dilangsungkan. (Dhp)

Jumat, 22 Januari 2016

Relawan Bogoh Ka Bogor Gelar Sosialisasi


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Untuk lebih menggairahkan semangat Bogoh Ka Bogor, Relawan Bogoh Ka Bogor, menggelar sosialisasi gerakan relawan Bogoh Ka Bogor di Aula Disdik Kota Bogor, pada Jumat (22/1).

Kegiatan sosialisasi Gerakan Relawan Bogoh Ka Bogor dihadiri siswa siswi dari SMA/SMK se-Kota Bogor. Diawal sambutan Walikota Bogor Bima Arya, sempat bertanya kepada para peserta, sebesar apa rasa cinta yang dimiliki para pelajar untuk Kota Bogor. " Sebesar rasa cinta saya kepada orang tua." jawab Iqbal siswa asal SMK N 4 Kota Bogor. Senada dengan Iqbal, Amartya Hisyabillan siswi asal SMA N 6 Kota Bogor yang menjawab rasa cintanya untuk Kota Bogor ibarat kuku dijari.


Mendengar jawaban tersebut, Walikota Bogor Bima Arya mengungkapkan jika seseorang mencintai dengan seseorang, maka dia bersedia melakukan apapun untuk apa yang dicintai, namun tidak semua bisa mengungkapkan rasa cinta. "Begitu juga dengan Kota Bogor, namun tidak semua warga bisa mengekspresikan rasa cinta itu, ada yang semangat, ada yang biasa-biasa saja bahkan ada yang cuek. Namun apapun kondisinya, right or wrong Bogor is my city," seru Bima dihadapan siswa siswi peserta sosialisasi.

Bima menambahkan, untuk menunjukan rasa cinta bagi Kota Bogor tidak perlu mengaplikasikan melalui hal-hal yang besar. "Jangan berpikir yang besar, mulailah dengan hal-hal yang kecil dan sederhana.  Wujudkan cinta kita dengan berprilaku yang baik dan tertib serta berbudaya disiplin," ujar Bima.


Menanggapi gelaran acara sosialisasi ini, Kadisdik Kota Bogor Edgar Suratman mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. "Kita memiliki keinginan untuk memelihara,  mencintai dan berbakti kepada Kota Bogor. Intinya orang bogor itu adalah orang yang memiliki nilai manfaat dan berkontribusi bagi Kota Bogor. Kata kuncinya, sebaik-baiknya manusia yang panjang umurnya dan banyak amal baiknya. Peradaban Kota Bogor memiliki magnet bagi dunia, ini harus dipelihara dan dibangkitkan mulai dari orang Kota Bogor itu sendiri. Salah satu konsep yang kami jabarkan adalah melalui semangat ngabogor yang terbagi dalam tiga prinsip yaitu ngabogor bodas, ngabogor bulao dan ngabogor hejo. Prinsip ini adalah produk lokal yang memiliki makna global," terang Edgar.

Sosialisasi ini dilaksanakan dengan menghadirkan para nara sumber yang menjadi anggota Gerakan Bogoh Ka Bogor disamping Walikota Bogor dan Kadisdik Edgar Suratman sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini dihelat untuk mengajak para generasi muda khususnya para pelajar untuk berkontribusi bagi Kota Bogor sesuai porsi dan potensinya. "Ini merupakan langkah awal kami, selanjutnya kami akan mengundang lebih banyak pelajar untuk bersama-sama melaksanakan aksi nyata. Kedepannya kami berencana melakukan sosialisasi kesekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor," tukas Ketua pelaksana Amelia Mutawaqilla, mahasiswi asal Universitas Pakuan. (Yu).

Rabu, 20 Januari 2016

Komunitas Cinta Berkain Cabang Kota Bogor Dikukuhkan


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Rabu pagi (20/1), selesai menghadiri Rapat Kerja Kwartir Cabang Kota Bogor, Walikota Bogor Bima Arya didampingi istri, Yanne Bima Arya menghadiri acara pengukuhan dan peresmian Pengurus Komunitas Cinta Berkain (KCB) Cabang Bogor di Pajajaran Suites Hotel, Jl.Pajajaran Kota Bogor.

Bima dalam sambutannya mengungkapkan wanita yang berkain akan terlihat 10 kali lebih cantik disbanding tidak berkain. “Berkain merupakan jati diri perempuan Indonesia dan saya senang melihat perempuan berkain. Karena ibu saya senang mengenakan kebaya. Pengalaman yang saya lihat, ketika putri saya meniru cara berbusana istri saya saat mengenakan kain, dia terlihat lebih cantik,” tutur Bima.


Saat ini, kata Bima, banyak generasi muda yang sudah mulai meninggalkan budaya bangsanya sendiri. “Mereka lebih gandrung dengan budaya asing yang berasal dari luar. Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Sebetulnya jika generasi muda Indonesia lebih peduli dengan budaya bangsa sendiri, salah satunya berbusana dengan mengenakan kain,” cetus Bima sambil menambahkan pembangunan ditentukan oleh pemerintah, kampus, pengusaha dan komunitas.


Menurut Bima, pada tahun 2008 pengrajin batik yang ada di Kota Bogor ada dua. ”Saat ini sudah ada sepuluh. Selain untuk melestarian, pemakaian kain akan berdampak ekonomi bagi semua pihak,” lanjut Bima.

Senada dengan Bima,  Ketua KCB Pusat, Sita Hanimastuty menghimbau bagi semua rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan mempertahankan budaya bangsa. "Ini merupakan moment yang membesarkan hati kami. KCB ini mengajak seluruh warga untuk berbusana leluhur, kain yang kita pilih dipakai dari Sabang sampai Merauke. Mari kita saling menguatkan jati diri bangsa Indonesia dan jati diri wanita Indonesia,” kata Sita.


“Hal tersebut sangat menampilkan citra diri kita sebagai wanita indonesia. Kita adalah perempuan bangsa indonesia yang penuh keindahan dan pesona Indonesia agar budaya ini tidak diakui bangsa lain. Kita bergerak untuk memperkokoh bangsa Indonesia dengan potensi kita sendiri, busana mencerminkan siapa diri kita. Bersama KCB Cabang Bogor, saya mengajak berbusana mengenakan kain Jawa Barat khususnya Kota Bogor. Mari biasakan dan giatkan pemakaian kain." ujarnya.

Ketua KCB Cabang Bogor, Itje Sri Rejeki sekaligus ketua panitia, Itje Erlina mengatakan peresmian dan pengukuhan KCB Cabang Bogor menyampaikan kain merupakan budaya tradisional. “Sebagai bentuk apresiasi kebudayaan Indonesia, selain melestarikan kita juga mencintai dan menghargai. Sangat disayangkan jika generasi muda tidak mengenal budaya sendiri. Ini merupakan ciri yang dapat membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap kain tradisional,” ujar Itje.

Acara launching diisi dengan peragaan busana kain batik karya perancang batik bogor tradisiku dan batik Handayani dilanjut acara talkshow dengan menghadirkan dua nara sumber, diantaranya Sri Ratna Handayani Budhi pemilik batik Handayani Geulis dan Lisha Luthfiana Fajri, Owner Batik bogor Tradisiku. KCB Cabang Bogor merupakan cabang keempat yang telah diresmikan. sebelumnya telah diresmikan KCB San Fransisco, KCB Bandung dan KCB  Surabaya, saat ini KCB Cabang Kota Bogor telah memiliki 100 anggota.(Yu). 

Walikota Bogor : Berkain Adalah Berkepribadian


XPOSNEWS.com, (Bogor) - "Hari ini saya senang melihat para anak muda yang mulai mengenakan kain. Berkain identik berkripadian, karakter dan aura keluar. Berkain itu tentang kebersahajaan, ada pesona dan aura yang melekat, berkain itu Down to earth, sederhana dan bersahaja, karena banyak plusnya jika wanita mengenakan kain sebagai busanannya. Berkain adalah berkepribadian, tidak merasa malu karena kita semua ada asalnya dan paham kalau kita punya tradisi, karena kita bangga atas apa yang dulu dikenakan para leluhur.” tutur Bima Arya saat menghadiri pengukuhan Komunitas Cinta Berkain di Pajajaran Suites Hotel, Jl.Pajajaran Kota Bogor, Rabu (20/1).


Menurut Bima berkain itu identik pula dengan berkreativitas. ”Karena kreativitas itu penting.  Berkain juga tentang berkeragaman, semua warna ada dikain kain tradisional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, berkeragaman juga asal kain tersebut. Semua ada, semoga keragaman ini dimaknai dalam arti yang paling sejati yang berarti kebersamaan,” sambung Bima

Diluar keberagaman namun didalam memiliki satu rasa yang kuat yakni untuk kembali kepada budaya dan tradisi. Keberagaman yang kuat yang pada akhirnya mempersatukan, setiap organisasi memiliki perbedaan dan tantangan. “Semakin faktor pemersatu diresapi dan dihayati dengan baik akan membuat organisasi semakin berkembanng dengan kuat,” cetus Bima.


Budaya berkain yang melambangkan kesederhanaan, kesahajaan, kepribadian dan kreatifitas, Bima menambahkan satu hal yang tidak bol;eh dilupakan dalam berorganisasi. “ K yang kelima adalah Kaderisasi, hal ini tidak kalah penting, dengan kaderisasi kita mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya ini. Karena saat ini banyak generasi muda Indonesia yang sudah terpengaruh dengan budaya asing, sementara budaya sendiri seperti dilupakan oleh mereka,” pungkas Bima.

Tanggapan berbeda dilontarkan, Yanne Bima Arya. “Seperti seorang ibu, begitu juga dengan saya. Selaku Istri Kepala Daerah, saya merasa senang dan bangga dalam melahirkan komunitas-komunitas perempuan di Kota Bogor khususnya. Bagi seorang ibu, saya juga ingin menyalurkan energi dan nilai-nilai positif. Saya yakin KCB ini, dapat memberikan peran dan energi positif bagi warga dan Kota Bogor,” tutur Yanne.(Urip)

Senin, 18 Januari 2016

BPMKB Gelar Training of Trainer Rumah Aman dan Nyaman


XPOSNEWS.com, (Bogor) - "Taman adalah oksigen jiwa dan tempat membangun karakter warga,” kata Walikota Bogor, Bima Arya di hadapan peserta Training of Trainer Rumah Aman dan Nyaman, di Bogor Green Room Balaikota Bogor, Senin (18/1). Training yang diselenggarakan BPMKB Kota Bogor dan diikuti para pengurus PKK Kota Bogor itu, dilaksanakan selama dua hari dan menghadirkan dr. Aisah Dahlan sebagai narasumber. 

Sebelumnya para peserta disuguhi video singkat tentang taman-taman yang telah dibangun Pemerintah Kota Bogor. "Mimpi kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota untuk keluarga. Sabtu dan minggu warga berbondong-bondong ke taman, karena mereka senang berinteraksi, bercengkrama dan menghabiskan waktunya bersama keluarga," tutur Bima


Pada kesempatan itu Bima mengajak warga Kota Bogor membangun sinergi untuk mendukung kelancaran pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor. "Dua kata kunci yang saya sampaikan, yaitu kebersamaan dan idealisme yang harus tetap dirawat. Lets do the best and let God do the rest," cetusnya. 

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Bogor, Yanne Bima Arya berharap training ini bisa mendorong para pengurus PKK Kota Bogor menjadi agen perubahan. “Agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya serta bagi warga Kota Bogor secara umum," katanya. 

Sedangkan dr. Aisah Dahlan dalam paparannya mengatakan,"SEHAT adalah singkatan dari Senang hati dan SAKIT singkatan dari Salah Kita,” Itu sebabnya ia mengajak peserta untuk selalu membangun lingkungan keluarga yang sehat. Training yang diikuti 35 peserta  itu menerima tiga materi tentang otak wanita dan pria, merubah watak menjadi karakter dan manajemen emosi. Dari training ini Aisah berharap para peserta bisa bertransformasi menjadi 35 motivator di Kota Bogor. (Yu)

Rabu, 13 Januari 2016

Bogor Batik Tradisiku Ikon Kota Bogor Usianya Genap Satu Windu


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Salah satu ikon Kota Bogor adalah Batik Bogor Tradisiku (BBT), tak terasa sudah satu windu keberadaan BBT, sejak berdiri tanggal 13 Januari 2008, BBT sudah terkenal ke Mancanegara. Bahkan, Pada tahun 2012/2013 misalnya, bersama Pekalongan dan Jakarta, BBT mewakili batik Indonesia dalam kerjasama batik Indonesia-Jepang.  Hal ini disampaikan Lisha Luthfiana Fajri, Manajer operasional BBT saat perayaan Satu Windu Batik Bogor Tradisiku di Jl.Jalak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (13/1).

Untuk tingkat Nasional, batik Bogor Tradisiku telah mendapat penghargaan industri hijau pada Desember 2015. “Penghargaan diserahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian, Saleh Husin. Sebelumnya ditahun 2013, juga mendapat Juara Satu Gugus Kendali Mutu di Jogjakarta yang diiserahkan oleh Gubernur Jogjakarta dan Menteri Perindustrian yang waktu itu dijabat oleh MS.Hidayat,” terang Lisha.

Sedangkan Tingkat Provinsi, batik Bogor Tradisiku mendapat Penghargaan Tertinggi atas kontribusinya di bidang Seni Budaya dengan menerima Anugerah Inovasi Jawa Barat 2015. “Gubernur Jawa Barat secara langsung menyerahkan sehari setelah perayaan HUT Republik Indonesia Ke-70,” katanya.


Selain itu, Batik Bogor Tradisiku telah menjalin kerjasama dengan kota-kota yang tersebar di Amerkia Serikat, negera-negara Asia, Eropa, Autralia dan Afrika. “Khusus Afrika, motif Batik Bogor Tradisiku mendapat apresiasi dari masyarakat Afrika dengan mengatakan, motif Batik Tradisiku cocok dengan taste-nya,” ujar Lisha. 

 “Semoga Batik Bogor Tradisiku semakin sukses, semakin dikenal masyarakat luas tidak hanya didaerah tapi juga nasional bahkan internasional. Harapannya dapat berjalan dan berlari lebih kencang namun jangan sampai meninggalkan industri kecil yang lain, khususnya para perajin batik Kota Bogor. Tetaplah melihat kebelakang, sambil terus meningkatkan inovasi, kreasi dan kualitasnya,” kata Ketua Dekranasda Yanne Bima Arya yang secara resmi memimpin pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur untuk eksistensi dan keberhasilan BBT.


Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Dinar Dahlia Nalan mengungkapkan Batik Bogor Tradisiku adalah pioneer batik di Bogor. “Saya merasa bangga, saat ini saya melihat perkembangan Batik Bogor Tradisiku sangat pesat sekali. Banyak motif yang dihasilkan Batik Bogor Tradisiku yang terilhami dari ikon-Ikon Kota Bogor,” tutur Dinar Dahlia. (Mad)

Selasa, 12 Januari 2016

SMPN 4 Juarai Festival Vocal Group Bogoh Ka Bogor


XPOSNEWS.com, (Bogor) - SMP Negeri 4 Kota Bogor, ahirnya keluar sebagai juara paduan suara lagu Bogoh ka Bogor yang Grand Finalnya dihelat di Kemuning Gading Sabtu lalu (9/1). Sekolah yang beralamat di Jalan Kartini  Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, ini berhasil menyisihkan 13 peserta lainnya di Grand Final yang dibuka Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.  Dalam sambutannya, Usmar mengaku bangga dengan D’Maryand Production yang dipimpin Helvy Maryand karena telah berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Pihak  panitia sudah berhasil memotivasi para guru untuk berlatih bernyanyi di sela-sela  kesibukannya mengajar. Kegiatan ini juga merupakan cerminan kegotong royongan, kebersamaan  pihak sekolah mulai dari dewan guru, pelatih vocal juga kepala sekolahnya,” ujar Usmar.  


Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Helvy Maryand mengaku terharu atas terselengaranya  event tersebut.  Disaat awal dia merasa sangat ragu kalau Festival Vocal Grup Bogoh ka Bogor bakal terlaksana, mengingat jadwal mengajar serta kalender pendidikan sangat sibuk. Namun berkat kerja keras serta dukungan semangat dari berbagai fihak, kegiatan tersebut ahirnya bisa dilakukan.

“Alhamdulillah sebanyak  40 peserta mendaftarkan diri pada babak penyisihan di bulan Desember 2015, dan 14 peseta ikut dalam Grand Final,”ungkapnya. 

Bagi para juara selain mendapatkan piala, penghargaan juga uang kadeudeuh yang diberikan Dinas Pendikan serta Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekobnomi Kreatif Kota Bogor. Berikut para pemenang festival Bogoh ka Bogor selengkapnya  hasil penjurian yang dipimpin Muhammad Irvan. (Dadang HP)

Juara 1. SMPN 4 mendapatkan Piala Tetap (Ketua DPRD Kota Bogor) dan Piala Bergilir Walikota Bogor serta uang kadeudeuh sebesar Rp  3 juta

Juara 2 SDN Polisi 4, Piala dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, uang kadeudeuh Rp 2 juta

Juara 3 SMAN 2, Piala dari  Kadisbuparekraf, uang kadeudeuh Rp 1 juta

Harapan 1, SMKN 4, Piala DK3B, uang kadeudeuh Rp 750 ribu

Harapan 2  SMPN 1, Piala dan uang kadeudeuh Rp 500 ribu

Harapan 3, SMPN 11, Piala dan uang kadeudeuh Rp 250 ribu

Favorite, SMA Negeri 6   

Minggu, 10 Januari 2016

BERITA FOTO : Yang Mau Corat Coret Silahkan di Taman Ekspresi Corat Coret

XPOSNEWS.com - Ruang publik di kota Bogor kembali bertambah. Kali ini, dengan kehadiran Taman Corat Coret yang berlokasi di pertigaan Jalan Pandu Raya Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor menyediakan tempat Taman Corat Coret, untuk mengekpresikan perasaan lewat gambar dan menyalurkan hobbi corat coret.  

Walikota Bogor, Bima Arya yang hadir Bersama Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, peresmian taman ini pada Minggu (10/1) pagi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, tujuan dibangun taman corat-coret ini adalah untuk mengekpresikan perasaan lewat gambar. Sementara untuk taman Ekspresi peruntukannya lebib luas sehingga bisa untuk puisi, orasi dan kesenian. "Ini khusus untuk graffiti untuk mengurangi vandalisme. Kalau masih ada yang corat coreat itu tindak kriminal," kata Bima ditaman Corat-Coret.

Bima menuturkan, ditaman yang telah diresmikan olehnya, diperoleh corat coret tentang protes bisa disalurkan di taman ini karikatur tentang wali kota juga boleh. Atau menyampaikan aspirasi karena banyak program yang belum selesai. "Sementara ada sanksi bila masih di fasilitas umum ada corat-corat, mungkin kami alihkan coretannya ke sini dan dibina," tuturnya.(Mad)

















 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera