NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Beritanya

Sabtu, 02 Mei 2015

Hardiknas 2015 Pemkot Bogor Apresiasi Insan Pendidikan Atas Presatasi Dicapai


“Kita sudah 70 tahun merdeka, kita bukan hanya menggulung penjajahan dan kolonialisme tetapi kita juga menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial. Pendidikan adalah hulu untuk hidup lebih baik. Iuran yang paling mudah dalam pendidikan adalah kehadiran.”


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Itulah sebagian dari amanah tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan oleh Walikota Bogor, Bima Arya di depan para peserta upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat kota Bogor di GOR Padjajaran, Sabtu (2/5/15). Upacara Hardiknas tahun 2015 pun, Pemerintah Kota Bogor turut mengapresiasi para insan pendidikan yang berprestasi mulai dari prestasi tingkat nasional, provinsi hingga pendidikan non formal.


Untuk penghargaan tingkat nasional, SMP Negeri 5 Kota Bogor memperoleh tiga penghargaan. Di antaranya atas nama Rexelliony Denata SY atas prestasinya sebagai Juara I Taekwondo Individual Putri, Sakhira Putri Rifayani dengan prestasinya Juara Taekwondo Ex Under 44 Kg dan Agsa Dias Lanang berhasil mendapatkan Juara I Renang Gaya Bebas KU III Putra.


SMP Negeri 3 Kota Bogor menyusul di posisi 2, dengan Anggela Patricia Vanya berhasil menyumbangkan prestasi dengan Juara I Finswimming  50 M Apnea Putri, 50 M Bifina, 100 M Surface. Lalu Bagas Dwi Astiadi dengan prestasi sebagai yang hampir serupa namun untuk kategori putra. Selain itu, ada juga SMP Negeri 15 Kota Bogor yang mendapatkan penghargaan atas nama Rival Vandika untuk prestasinya Juara Nasional 2014 dan Juara I Provinsi 2014 Pencak Silat Tnading Kelas.


Tidak hanya siswa SMP yang mendapatkan penghargaan, beberapa siswa SMA pun mendapatkan penghargaan atas prestasi yang mereka dapatkan. Di antaranya, siswa SMA IT Insan Tama Refka Muhammad Furqon mendapat Juara I Lomba Fotografi Festival Air, siswa SMA Ngeri 7 R.Doni Ramdani Ridwan Juara bebek 4 Tax Kejurnas Indo Speed Sentul Sirkuit dan Solihin, siswa MAN 1 Kota Bogor sebagai Juara 1 Kateda.


Untuk penghargaan tingkat provinsi , ada 34 prestasi yang berhasil diraih insane pendidikan kota Bogor baik kategori individual maupun instistusi dari tingkat SD hingga SMA. Juga penghargaan bagi pihak-pihak yang menyelenggarakan pendidikan non formal atas kontribusinya. (Mad/yu)

TEKS FOTO : Foto paling bawah @BimaAryaS: Pagi ini ketemu pak Zul, guru SD saya. Masih gagah, awet muda. Terimakasih guruku. #hardiknas 


Semangat dan Konsep Ki Hadjar Dewantara Adalah Kunci Kemajuan Bangsa


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikan yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.


Hal ini disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya, pada saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat kota Bogor pada Sabtu (2/5/15) di GOR Padjajaran. “Para perintis kemerdekaan kita adalah deretan orang-orang terdidik yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa,” sebut Bima.  

Oleh karena itu, lanjut Bima, wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependididkan di institusi pendidikan.”Secara konstitusional, memdidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik merupakan tanggung jawab setiap orang terdidik. 


Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai sebuah gerakan bersama. Semua harus ikut peduli, bahu membahu, saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan,” terangnya.


Kata kunci dari tema peringatan hardiknas tahun ini adalah “gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa.  Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. “Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibakan seluruh elemen bangsa, masyarakat merasa memilki dan pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli dan ormas/ lsm mengorganisasi,” harapnya.


Terakhir, menurut Bima, Mendiknas berharap di hari Pendidikan Nasional ini, semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan, harus kembali digaungkan. “Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasa mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pesserta didik merasakan belajar sebagai sebah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter,” sebutnya.

Upacara Hardiknas ini diikuti oleh anggota Korpri, Satpol PP, dan perwakilan sekolah dan Muspida Kota Bogor. (Humas/Mad)

DKI Bantu Kota Bogor Hanya Rp13 Miliar dari Rp121 Miliar


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Pemprov DKI Jakarta memastikan nilai bantuan keuangan untuk mitra daerah Ibu Kota yang akan dikucurkan tidak akan sesuai dengan usulan yang mereka ajukan. Anggaran bantuan keuangan ini akan dicairkan sebelum Juni mendatang.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Heru Budi Hartono mengatakan, proses penyempurnaan Pergub APBD DKI 2015 sebesar Rp69,8 triliun sudah selesai.
Bantuan keuangan kepada daerah mitra Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi akan dapat dicairkan sebelum Juni mendatang. 

Heru menjelaskan, pihaknya memberikan rekomendasi bantuan keuangan ke daerah mitra tidak seperti apa yang diusulkan oleh mereka. "Rekomendasi itu artinya nilai bantuan yang kami berikan kepada mitra daerah," ungkapnya.


Berdasarkan data yang didapat dari Heru, nilai total usulan untuk daerah mitra ini mencapai Rp3,4 triliun. Sementara Pemprov DKI hanya memberikan rekomendasi total sebesar Rp399,3 miliar.
Rinciannya yaitu, Kabupaten Bogor yang sebelumnya mengusulkan Rp100,4 miliar hanya mendapat rekomendasi sebesar Rp67,4 miliar; Kota Bogor dari Rp121 miliar mendapat rekomendasi sebesar Rp13 miliar. 

Kabupaten Tangerang yang sebelumnya mengusulkan Rp67 juta mendapat rekomendasi sebesar Rp17,7 juta; Kota Tangerang mengusulkan Rp2,4 triliun hanya mendapatkan rekomendasi sebesar Rp100 miliar; Kota Tangerang Selatan yang mengusulkan Rp164,8 miliar direkomedasikan menjadi Rp74,8 miliar. 

Sementara untuk Kota Bekasi yang mengusulkan Rp200 miliar mendapatkan rekomendasi sebesar Rp98,1 miliar dan Kabupaten Bekasi mendapat rekomendasi sebesar Rp18,8 miliar dari usulannya sebesar Rp100 miliar.

Kabupaten Cianjur mengusulkan Rp26,4 miliar hanya mendapatkan Rp9,4 miliar. "Itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan prioritas daerah mitra dalam menangani banjir, macet dan transportasi," ujar Heru. 

Adapun pengawasannya, mantan Wali Kota Jakarta Utara itu mengaku telah membentuk tim pemantau selain melihat hasil laporan pertanggung jawaban dari masing-masing daerah mitra. 
Apabila penggunaan bantuan keuangan tidak terserap, kata Heru, daerah mitra bisa mengembalikannya dengan catatan pengembalian dan dimasukan kembali dalam anggaran tahun depan. (Isp)

Ikon Bisbul "Bogor Is Beautiful" Festival Gerakan Bogoh Ka Bogor


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Dukungan masyarakat terhadap gerakan Bogoh Ka Bogor kian hari terus bertambah. Sebagai contoh yang dilakukan oleh sebuah komunitas yang melaksanakan Festival Bisbul. Festival ini berlangsung selama dua hari di panggung terbuka halaman parkir GOR Pajajaran.

Festival ini menampilkan berbagai atraksi ciri khas Bogor dengan melibatkan ratusan siswa-siswi dari beberapa Sekolah Dasar dibuka secara resmi Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, Sabtu (2/5/15).

Menurut Usmar festival yang digelar ini mengandung dua makna, pertama menumbuhkan budaya-budaya lokal dan yang kedua berupaya mengingatkan kembali terhadap pelestarian lingkungan. “Saya mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya. 


Buah Bisbul lanjutnya, merupakan salah satu buah asli Bogor yang konon sudah berumur kurang lebih 100 tahun. “Jika memang masih bisa dilestarikan Pemerintah Kota Bogor tentu akan sangat mendukungnya,” lanjutnya. 

Ketua panitia Festival Bisbul Desty mengatakan, kegiatan ini merupakan festival rakyat yang rindu dengan suasana Bogor zaman dulu yang dikaitkan dengan buah Bisbul yang merupakan salah satu buah asli Bogor yang sekarang sudah tidak dikenal oleh anak-anak.

“Pohonnya susah, sekarang hanya ada di Kebun Raya, Taman Kencana dan Batutulis. Dalam kegiatan ini Bisbul hanya sebuah icon sementara tujuan utamanya kita ingin menunjukkan bentuk dukungan kita terhadap gerakan Bogoh Ka Bogor melalui Festival Bisbul (Bogor Is Beutifful),” pungkasnya. (Mad)

Sambut HJB Karang Taruna Bantarjari Gelar Futsal Antar RW


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) KE-533, Karang Taruna Adyuta Bantarjati menggelar lomba turnamen futsal usia 15 Adyuta Cup di Pajajaran Futsal Bantarjati, Sabtu (2/5/15).

Ketua panitia, Dedi Kurniansyah menyampaikan, turnamen futsal antar RW se-Kelurahan Bantarjati ini bertujuan untuk mempersatukan dan mempererat persaudaraan warga Bantarjati terutama antar RW. “Kegiatan ini diikuti 18 tim dari 16 RW di Bantarjati dan akan berlangsung dari tanggal 2-17 Mei 2015,” sebut Dedi.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Adyuta Bantarjati Hardi Suhardiman, menyampaikan, pihaknya juga akan bersiap melakukan kegiatan Ciliwung Bersih pada tanggal 30 Mei. “Kita berharap banyak warga masyarakat berpartisipasi. Terlebih lagi nanti kami juga akan mengemas acara pesta rakyat dalam menyambut Hari Jadi Bogor ke-533,” ucapnya.

Sambut Hari Jadi Bogor (HJB) KE-533, Karang Taruna Adyuta Bantarjati gelar lomba turnamen futsal Usia 15 Adyuta Cup tahun 2015 di Pajajaran Futsal, Bantarjati, pada Sabtu (2/5). Ketua panitia Dedi Kurniansyah menyampaikan, turnamen futsal ini untuk mempersatukan, mempererat persaudaraan dan kekompakan antara RW dan di bawahnya RT-RT bisa bersatu yang diikuti 18 tim dari 16 RW masing-masing RW mengirimkan 2 tim.


Sementara itu, Ketua Karang Taruna Adyuta Bantarjati Hardi Suhardiman, berharap Karang Taruna Adyuta Bantarjati dengan menggelar lomba turnamen futsal Usia 15 Adyuta Cup tahun 2015 dalam rangka HJB KE-533 tanggala 3 Juni 2015 mendatang semoga lebih baik dan pemuda-pemuda atau semua masyarakat warga Kelurahan Bantarjati bisa lebih baik lagi bisa bersatu, jadi Hari Jadi Bogor ke-533 ini menjadikan Kota Bogor lebih baik melaui Kelurahan Bantarjati atau melalui Karang Taruna Adyuta Bantarjati.

Hardi juga menyampaikan, turnamen futsal Usia 15 Adyuta Cup tahun 2015 berlangsung dari tanggal 2 sampai 17 Mei 2015 nanti untuk pembagian hadiahnya atau dirangkaikan dalam puncak acaranya tanggal 30 Mei 2015 mendatang, yaitu kegiatan Ciliwung bersih, jadi tanggal 30 Mei semunya masyarakat Kelurahan Bantarjati akan ada pesta rakyat dalam menyambut Hari Jadi Bogor ke-533  tanggal 3 Juni 2015 mendatang kegiatan Ciliwung bersih.  

Menurut Hardi kegiatan ini baru dua dilaksanakan, karena Karang Taruna Adyuta Bantarjati baru terbentuk satu bulan yang lalu, jadi ini perdana kegiatan Karang Taruna Adyuta Bantarjati ini, mudah-mudahan dengan perdana Karang Taruna Adyuta Bantarjati ini lebih baik lagi kedepannya bisa ada kegiatan-kegiatan positif lagi untuk masyarakat dan pemuda khususnya Kelurahan Bantarjati harap Hardi   (Mad)

Wisata Alam Kampung Wisata Cinangneng Bogor


XPOSNEWS.COM - Kampoeng Wisata Cinangneng membuat anda seperti pulang kampung ke kampung halaman dengan menanam padi langsung di tengah sawah serti mengerjakan hal yang identik dengan pekerjaan didesa yang berisikan dengan kegiatan pedesaan yang disiapkan untuk pengunjungnya.


Terletak di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kampoeng Wisata Cinangneng menjadi salah satu area yang banyak dilirik masyarakat dari luar kota yang rindu dengan suasanan pedesaan yang kental dengan adat istiadat tradisionalnya yang menjadi konsentrasi penuh oleh Kampoeng Wisata Cinangneng melalu program Poelang Kampoeng nya.


Anda akan diajak berkeliling desa dengan berjalan kaki yang disuguhkan dengan beragam tradisi yang telah lama hilang di kehidupan masyarakat kota yang memberikan kesenangan dan pengalaman baru yang tidak terlupakan. Disana terdapat kegiatan seperti belajar menanam, menggarap dan memanen padi. 


Membuat wayang dari daun singkong, memandikan kerbau, bermain ala permainan anak desa, berkreasi dengan huruf dan warna di atas topi petani atau caping, membungkus nasi timbel, belajar tari jaipong, belajar bermain gamelan, dan membuat kue bugis atau kue putu. 

Kegiatan-kegiatan itu dapat membuat anda belajar sambil bermain sehingga membuat liburan anda kali ini menjadi lebih bermanfaat dan lebih menghargai dengan apa yang dimiliki saat ini.


Berbagai souvenir cantik dapat anda miliki sebagai cinderamata khas kerajinan kampung yang disediakan di tempat ini dengan harganya yang sangat terjangkau.

Info Lokasi Kampung Wisata Cinangneng :
Jl Babakan Kemang RT. 01, RW. 02, Cihideung Udik, Ciampea, Bogor.

Sumber : Visitbogor.com

Danau Situ Gede Wisata Alam di Tengah Kota Bogor


XPOSNEWS.COM - Tak banyak yang tahu daerah ini kali pertama orang datang ke kota Bogor. Namun setelah tempat ini dijadikan kawasan resmi bagi warga kota Bogor untuk berwisata maka sejak saat itulah tempat ini menjadi lebih dikenal.


Situ Gede adalah nama sebuah danau kecil (situ atau setu berarti telaga) yang terletak di Kelurahan Situgede, Bogor Barat, Kota Bogor dengan kawasan asri dimana lokasinya berdekatan dengan lembaga pusat penelitian kehutanan yang terkenal dengan sebutan CIFOR yang masih bernuansa alam pedesaan. Untuk menuju ketempat ini, warga yang berasal dari luar kota atau dalam kota Bogor cukup naik ojeg atau angkot yang ke arah Situ Gede dari Terminal Bubulak atau Laladon Bogor saja.


Wisata air situ gede terletak di tepi Hutan Dramaga, yakni hutan penelitian milik Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan, telaga yang memiliki luas sekitar 6 hektare ini merupakan tempat rekreasi harian bagi warga Bogor yang sering diadakan kegiatan bertema kerakyatan, hal-hal lain dimana bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat akan budaya dan keterampilan lainnya yang ada di kota hujan ini pada umumnya sebagai tempat berwisata bagi keluarga yang memiliki pemandangan dan suasana yang masih alami. 


Para pengunjung dapat berperahu, memancing, atau berjalan-jalan di kerimbunan hutan. Danau dan hutan ini pun kerap digunakan sebagai lokasi pembuatan pre wedding, film, foto, dan sinetron. Pepohonan yang rindang dan udara yang sejuk menjadi penarik Situ Gede bagi masyarakat pada umumnya untuk bersama diatas tikar sekedar makan bersama atau bersantai ria di lokasi Situ Gede yang sangat alami yang mampu memberikan kesan tersendiri bagi pengunjungnya.


Lokasi wisata ini berada kurang lebih 10 km dari pusat Kota Bogor, atau sekitar 3 km di utara Terminal Bubulak dan memiliki luas sekitar 6 hektare. Situ Gede sebetulnya berdekatan, atau berada dalam satu sistem, dengan beberapa situ yang lain di dekatnya. Yakni Situ Leutik (kini sudah menghilang), Situ Panjang, dan Situ Burung. Yang terakhir ini terletak di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Tidak berapa jauh dari danau ini terdapat Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR, Center for International Forestry Research; dan ICRAF, The World Agroforestry Center), Stasiun Klimatologi atau BMKG Dramaga dan Kampus IPB Dramaga.(Mad)

Sumber : Visitbogor.com

7 Makanan Khas Bogor


XPOSNEWS.COM - Bogor disebut-sebut sebagai surganya street food atau makanan pinggir jalan. Jalan-jalan ke Bogor, berarti saatnya berwisata kuliner. Ini dia 7 makanan pinggir jalan khas Bogor yang dijamin menggoyang lidah dan membuat ketagihan:
1. Roti unyil
Apa street food khas Bogor dan selalu jadi oleh-oleh? Roti Unyil jawabannya. Yang terkenal, adalah Roti Unyil Venus yang beralamat di Jl Pajajaran Komplek Ruko V-Point no 1. Roti ini punya ciri khas berbentuk unyil alias kecil atau mini.
Rasanya bermacam-macam, ada rasa pisang keju, cokelat, sosis, srikaya, abon, dan masih banyak lagi. Ada baiknya jika ingin membeli roti unyil mulai dari pukul 09.00 WIB pagi, karena kalau sudah sore biasanya roti unyil di sana sudah habis diburu.


Roti Unyil

2. Pepes sagu
Di Jl Suryakencana atau tepat di depan Kebun Raya Bogor, ada banyak makanan pinggir jalan yang menggoyang lidah. Salah satunya adalah pepes sagu yang dijual pada gerobak besar berwarna biru di pinggir jalan.
Ada tiga rasa favorit pepes sagu yang digemari, yakni pepes sagu pisang keju, keju, dan nangka. Sagunya terasa lembut saat dikunyah dan wangi.
Pepes sagu ini bisa ditemukan mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Satu pepes sagu dipatok seharga Rp 3.500 saja.


Pepes Sagu

3. Bakso kikil Pak Jaka
Satu lagi street food yang bias ditemukan di Jl Suryakencana, yaitu bakso kikil Pak Jaka. Bakso ini tersohor karena rasa baksonya yang enak dan dagingnya banyak.
Untuk harga satu porsinya adalah Rp 10 ribu kalau hanya bakso saja. Jika ditambah dengan kikil, maka harganya Rp 17 ribu. Bakso ini lebih nikmat saat disantap selagi panas. Kuahnya mantap!


Bakso Kikil Pak Jaka

4. Lumpia Bogor
Tak hanya Semarang saja yang punya lumpia, Bogor pun punya lumpia yang terkenal enaknya. Street food ini pun juga bisa ditemukan di Jl Suryakencana.
Lumpia ini beda dengan lumpia pada umumnya. Jika lumpia biasanya menggunakan rebung, maka lumpia yang bisa ditemukan di Jl Suryakencana memakai bengkoang. Harga satuannya adalah Rp 9 ribu dan ukurannya pun besar.


Lumpia Bogor

5. Laksa Bogor
Belum sah ke Bogor kalau belum coba Laksa Bogor. Bahkan, Laksa Bogor ini masuk dalam 30 ikon kuliner Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf.
Akan lebih mudah menemukan Laksa Bogor saat melancong ke Kota Hujan tersebut, seperti di Surya Kencana. Laksa Bogor terdiri dari ketupat, soun, dan toge, serta ditambahkan dengan telur, oncom bereum dan daun kemangi. Kuah santannya pun dijamin sedap!


Laksa Bogor

6. Bir kocok
Kalau Jakarta punya bir pletok, maka Bogor punya bir kocok. Bir kocok ala Bogor ini terbuat dari jahe, kayu manis, gula pasir, dan gula aren.
Bir kocok disajikan dingin dengan es batu. Meski begitu, rasa hangat yang berasal dari komposisinya tidak hilang. Enaknya lagi, rasa hangatnya sangat terasa di dada.
Satu harga bir kocok hanya Rp 3 ribu saja. Kalau untuk oleh-oleh dalam satu botol sirup, harganya hanya Rp 10 ribu. Tenang saja, bir kocok ini tak memabukan.


Bir Kocok

7. Asinan
Asinan adalah salah satu  street food yang tersohor dari Bogor dan disebut-sebut yang paling legendaris yaitu Asinan Gedung Dalam yang terletak di Jalan Siliwangi No 27 C dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.
Asinan Gedung dalam terdapat asinan sayur atau buah. Asinan buah biasanya terdiri dari jambu, bengkoang, ubi merah, pepaya, mangga, dan masih banyak lagi. Untuk asinan, terdiri dari tauge, kol, kacang, dan lain-lain. Asyiknya, Asinan Gedung Dalam ini rasanya segar dan tanpa bahan pengawet.(Mad)


Asinan Bogor

Sumber : Kuliner Detik.com

Wisata Alternatif, Pemkab Bogor Geber Proyek Jalur Puncak II


XPOSNEWS.COM -  Pembangunan jalur Poros Tengah Timur atau yang sering disebut Jalur Puncak 2 sebagai upaya memecah kemacetan di kawasan Puncak mendorong Bupati Bogor terus melakukan lobi hingga ke pemerintah pusat.

Bahkan upaya itu dilakukan di setiap kesempatan bertemu dengan instansi terkait di Jakarta. Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, jalur tersebut sangat penting karena menjadi penghubung beberapa wilayah di Bogor.

Ini penting karena akan menjadi penghubung beberapa wilayah dan diprediksi sebagai kegiatan otomotif, ecopark, ekonomi kreatif dan wisata terpadu," ujar Nurhayanti di acara penanaman pohon pada ruas Jalan Tengah Timur di Desa Hambalang, Kecamatan Babakanmadang, beberapa waktu lalu.
Bupati yang akrab disapa Yanti itu meminta kepada camat dan kepala desa yang berada di jalur poros tengah timur agar melakukan pengawasan terhadap aset pemerintah daerah yang berada di lokasi tersebut.


"Hal ini untuk memperlancar pada saat pelaksanaan pembangunan jalan. Paling tidak, dengan pengawasan yang baik, kelak tak akan ada hambatan yang berarti," katanya.

Dikatakan dia, penanaman pohon yang berlangsung di ruas jalan poros tengah timur dalam bagian dari upaya pengamanan asset pemerintah daerah berupa tanah hibah dari para pengusaha dan masyarakat. Selain itu juga sebagai tindakan reboisasi dan rehabilitasi lahan di sekitar kawasan poros tengah timur.


"Kalau jalan poros tengah timur sudah dibangun akan menghidupkan kembali ekonomi di wilayah timur, sekaligus solusi kemacetan Puncak," tambahnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo meyakini penanaman pohon ini akan menciptakan lingkungan-lingkungan yang teduh dan berdampak pada kelestarian alam.


"Kegiatan ini sebagai upaya pengamanan dari bencana alam serta dalam rangka mendorong terbangunnya ruas jalan yang teduh dan indah. Sehingga selain mendukung jalur-jalur transportasi juga mendukung pengembangan sebagai ruang terbuka hijau dan jalur pariwisata," jelasnya. (Mad)


TEKS FOTO : Jalur alternatif yang akan menjadi primadona "Jalur Puncak 2" jalur transportasi juga mendukung pengembangan sebagai ruang terbuka hijau dan jalur pariwisata  

Wakil Rakyat Desak Pemkab Bogor Pertahankan Budaya Lokal


XPOSNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Iwan Setiawan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk lembaga khusus untuk melestarikan budaya lokal. Salah satunya adalah pencak silat Cimande dan kesenian bambu yang dimiliki oleh Bogor sejak ratusan tahun lalu.

Iwan Setiawan mengatakan menurut sejarah, olahraga pencak silat berasal dari Cimande di masa Kerajaan Pajajaran ratusan tahun silam.


“Karena pusat akar sejarah pencak silat, sudah seharusnya Pemkab Bogor, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan perhatian khusus untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat Cimande," tuturnya. 


Ia pun menyampaikan, selain budaya pencak silat, Bogor juga memiliki budaya seni bambu, di mana 1.500 alat-alat rumah tangga dan perlengkapan lainnya dibuat dari bambu, hal ini adalah rekor terbanyak sedunia. 


Iwan Setiawan yang sudah 2 kali terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor ini menjelaskan cagar budaya yang dimiliki oleh Bogor ini harus dipelihara untuk dikembangkan menjadi objek wisata. 

“Disbudpar dan PT Sayaga Wisata harus bisa memanfaatkan potensi besar ini menjadi objek wisata budaya yang tidak dimiliki oleh wilayah lain," ungkapnya. (Mad)

TEKS FOTO : Seni beladiri Pencak Silat Cimande, Kerajinan Bambu

Sejarah Plaza Kapten Muslihat atau Biasa Disebut "Taman Topi"


XPOSNEWS.COM - Kapten Muslihat, nama ini sering terdengar karena menjadi salah satu nama jalan utama di pusat kota Bogor. Selain itu sebagai penghargaan atas perjuangan dan pengorbanannya semasa perang kemerdekaan, pemerintah dan warga Bogor membuat patung sang pahlawan di Taman Topi Plaza yang berada di sekitar Jalan Kapten Muslihat. 

Lokasi Plaza Kapten Muslihat berada di Jl Kapten Muslihat, Kota Bogor, dengan sebuah patung sederhana yang menggambarkan sosok Kapten Muslihat terpasang di pelatarannya. Kapten Muslihat, yang bernama asli Tubagus Muslihat, adalah pahlawan Bogor yang lahir di Pandeglang, pada 26 Oktober 1926. Ia lulus MULO di Jakarta tahun 1940, setelah sempat sekolah HIS di Rangkasbitung sampai kelas 3 dan pindah ke Jakarta.

Muslihat sempat bekerja di Balai Penelitian Kehutanan, Gunung Batu Bogor, sebelum Belanda menyerah kepada tentara Jepang dalam Perang Pacific.Ketika Jepang mendirikan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor, Muslihat mendaftar, diterima, dan diangkat menjadi Shudanco, atau komandan peleton.Saat Jepang menyerah pada tentara Sekutu tahun 1945, PETA dibubarkan oleh tentara Jepang dan asrama dikosongkan, namun sejumlah anggota PETA berhasil membawa keluar beberapa pucuk senjata dan samurai, termasuk Muslihat. Muslihat lalu bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR), dan bersama kawan-kawannya berhasil merebut kantor-kantor di Bogor dari tangan Jepang. Ketika BKR berubah menjadi TKR, Muslihat diangkat menjadi Kapten oleh Jendral Urip Sumohardjo, dan ditugaskan memimpin Kompi II Batalion II TKR.


Pada Oktober 1945 tentara Sekutu yang terdiri dari satuan tentara Inggris dan batalyon Gurkha menyerbu Bogor, sehingga pecah pertempuran antara tentara Sekutu melawan TKR yang didukung para pejuang dan rakyat Bogor. Kalah pengalaman perang dan persenjataan, Bogor berhasil diduduki tentara musuh. Dengan semangat pantang menyerah, kedudukan pasukan musuh di Istana Bogor diserbu pada 6 Desember 1945 oleh para pejuang. Ikut dalam penyerangan itu adalah Kapten dan pasukan yang dipimpinnya, meskipun dengan senjata seadanya. Saat itu isteri Kapten Muslihat sedang hamil.

Namun dalam pertempuran heroik memperebutkan gedung kantor polisi di Jl Banten (sekarang Jl Kapten Muslihat) pada 25 Desember 1945, satu peluru yang menerjang pinggangnya membuat sang kapten jatuh tersungkur. Darah mengucur dari seluruh tubuhnya, membasahi kaus yang putih bersih menjadi merah. Sang Kapten terjatuh tidak jauh dari patung yang didirikan saat ini. Jiwanya tidak tertolong karena banyaknya darah yang hilang. Mengingat jasa-jasanya, sudah sepantasnya jika Plaza Kapten Muslihat dijadikan taman kota yang anggun, dengan monumen yang layak dan nama Plaza Kapten Muslihat juga biasa disebut "Taman Topi".


Dalam pertempuran sengit tersebut sang kapten berhasil di evakuasi oleh tim medis PMI untuk dibawa ke rumahnya di Panaragan. Namun sepertinya nyawanya sudah sulit dipertahankan karena  banyaknya luka dan darah yang keluar. Dalam wasiatnya kepada isterinya, beliau meminta agar semua tabungannya diberikan kepada fakir miskin. Sedangkan kepada teman dan anak buahnya ia berpesan agar terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Kita pasti menang dan Indonesia pasti merdeka!”
“Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar.”

Selepas mengucap takbir tubuh sang kapten tidak bergerak untuk selamanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Beliau meninggal dunia dalam keadaan syahid. Berperang di jalan Allah untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. (Mad)

sumber : Visitbogor.com

Jumat, 01 Mei 2015

111.246 siswa SMP Kota Bogor Siap UN


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Sebanyak 111.246 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Ujian Nasional di Bogor. Berbagai persiapan telah dilaksanakan dan diharapkan UN tingkat SMP tidak berlangsung lancar dan tidak bocor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman mengatakan, tercatat sebanyak 18.774 siswa dari 151 SMP dan MTs akan mengikuti ujian nasional pada 4 hingga 7 Mei 2015.

"Semua persiapan sudah dilakukan, Kota Bogor akan membagi tiga rayon sekolah untuk dijadikan tempat distribusi lembar soal. Yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 5, dan STs Negeri," katanya.

Untuk tingkat SMP, seluruh ujian nasional tingkat SMP di Kota Bogor dilakukan secara paper based test atau secara tulis. Sementara, di Kabupaten Bogor. Ada 92.472 siswa dari 602 SMP dan MTs. Sekretaris Disdik Kabupaten Bogor, Gada Sembada mengatakan, sejumlah persiapan juga telah dilakukan menjelang pelaksaan UN SMP di Kabupaten Bogor.


Dari 602 sekolah, hanya satu sekolah yang memenuhi standar ujian dengan sistem computer based test atau sistem komputer yakni sekolah SMP Negeri Cibinong. Untuk distribusi lembar soal akan dilakukan dua hari menjelang ujian.

“Kami meyakini untuk ujian SMP tidak akan bocor, karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan warning, bagi siapa saja yang melakukan kecurangan maka sanksinya jelas, yakni pidana,” kata Edgar.

Sama halnya UN tingkat SMA, kata Gada, sistem ujian tingkat SMP juga mempunyai nilai indeks integritas yang harus dipunyai sekolah. Nilai tersebut, akan diperoleh ketika siswa-siswi SMP akan meneruskan ke jenjang sekolah tingkat atas.

“Bila nilai indeks integritas bagi SMA untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, maka bagi tingkat SMP akan digunakan saat melakukan pendaftaran ke sekolah tingkat SMA negeri," ujar Edgar.(Mad/YU)

TEKS FOTO : Foto ilustrasi UN, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman

Peringati May Day, Polres Bogor Kerahkan Kekuatan Penuh


XPOSNEWS.COM, (Cibinong) - Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan peringatan hari buruh (may day) yang akan jatuh pada, Jumat (1/5/2015).

“Kita sudah koordinasi dan menyiapkan personel dari berbagai unsur, misalnya dari Polsek dan dari Polres sendiri,” kata Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto usai Sertijab di Halaman Mapolres Bogor, Kamis (30/4/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk menjaga kondusifitas wilayah pihaknya juga sudah membangun komunikasi dengan elemen buruh yang besok akan menggelar peringatan may day di Cibinong.

“Kita terus berkomunikasi dengan elemen buruh, intinya kita ingin kegiatan besok berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Pun demikian, dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan kegiatan penyelenggaraan yang mungkin akan sedikit mengganggu aktivitas warga.

“Kita juga himbau masyarakat untuk tak terpancing dan saling menghargai kegiatan buruh nanti,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan, akan melakukan unjukrasa memperingati hari akan bergerak dari Bogor menuju Ibukota DKI Jakarta.


”Pasti kita akan turun 1 Mei besok, dan puluhan ribu buruh dari seluruh Jawa Barat akan ikut bergabung dengan buruh dari wilayah lainnya di Indonesia di Bundaran HI, Jakarta,” tegas Iwan

”Kita semua dari buruh yang tergabung dari ribuan perusahaan se-Jawa Barat ini dipastikan akan ikut turun melakukan aksi dengan tuntutan yang masih tetap sama seperti soal kesejahteraan dan upah,” lanjutnya.(A. Tatang)

TEKS FOTO : Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto

Mantan Kapolres Majalengka Resmi Jabat Kapolres Bogor


XPOSNEWS.COM, (Cibinong) - Jabatan Kapolres Bogor resmi diserahterimakan dari AKBP Sonny Mulvianto kepada AKBP Suyudi Ario Seto. Sertijab sendiri dilaksanakan dengan proses yang cukup meriah di Halaman Mapolres Bogor dengan dihadiri seluruh perwira dan anggota Polres Bogor, Kamis (30/4/2015).

AKBP Sonny Mulvianto yang kini beralih menjabat Wakapolres Bekasi, sedangkan yang kini mengisi Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto merupakan mantan Kapolres Majalengka.

AKBP Sonny Mulvianto mengatakan, jika acara ini menandakan perpisahan dirinya dengan Polres Bogor dimana dirinya akan menjalankan tugas di wilayah lain. “Kita hanya beralih tugas,” kata Sonny.

Dirinya mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang telah membantunya selama bertugas di Kabupaten Bogor. Dimana, selama bertugas banyak sekali pengalaman dan berbagai hal sehingga kondusifitas wilayah tetap terjaga.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada anggota dan masyarakat Kab Bogor dan Pemkab Bogor juga yang telah membantu saya bertugas,”tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor yang baru AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan berbagai komponen yang ada di Kab Bogor.

“Kita akan turun langsung ke masyarakat,” kata Suyudi.

Dirinya pun akan menerapkan konsep seperti yang dilakukan ketika menjabat Kapolres Majalengka yaitu dengan bertandang ke masyarakat secara langsung.

“Saya akan coba seperti ketika di Majalengka yaitu mengembangkan “Ngariung masyarakat”. Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga dan mengajak masyarakat menjaga Kambtibmas,” pungkasnya.(A. Tatang)

TEKS FOTO : Sertijab Kapores Bogor

 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera