NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Beritanya

Senin, 16 Oktober 2017

Najamudin Janjikan Bea Siswa Untuk Mahasiswa Keluarga Miskin


XPOS
NEWS.com
(Kota Bogor) - Calon Wali Kota Bogor dari Partai Keadilan Sosial (PKS) Haji Najamudin menjanjikan, jika nanti dirinya terpilih menjadi Wali Kota Bogor akan memberikan bea siswa kepada mahasiswa dari kekuarga miskin.

Najamudin juga mamastikan semua sekolah gratis, tak terkecuali SMA maupun SMK. Walaupun SMA dan SMK dikelola oleh Pemerintah Provinsi dirinya akan membantu, artinya jika ada yang tidak terakomodir oleh Provinsi dirinya yang akan membantu.

"Nanti akan kita lihat Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan disitu akan terlihat apa saja yang tidak terakomodir oleh sekolah," jelas Najamudin.

Tak hanya itu,  kata Najamudin, pihaknya akan memprogramkan baca tulis Al Qur'an. Jadi lulusan SD atau MI diwajibkan bisa membaca dan menulis Al Qur'an minimal hafal Juz Amma.


Oleh karena itu guru-guru ngaji di wilayah RT, RW dan Kelurahan akan diberikan insentif minimal Rp500 ribu/bulan. "Kalau guru ngaji sekarang hanya mendapat insentif Rp50 ribu. InsyaAllah nanti akan kita berikan Rp500 ribu/bulannya," janjinya.

Disamping itu, Najamudin juga akan memberikan uang duka kepada warga Kota Bogor yang meninggal dunia. Disini peran RT, dan RW yang harus pro aktif menyampaikan laporan kematian. Juga pro aktif menyampaikan kelahiran warganya. "Tentunya bagi RT dan RW yang aktif menyampaikan laporan kematian dan kelahiran akan kita diberikan reward," ucapnya.

Selain itu, sambungnya, Biaya Operasional (BOP), RT, RW dan LPM akan ditingkatkan minimal bisa naik 100 persen dari BOP yang sekarang sudah diterima.

Intinya,  lanjut Najamudin, pihaknya akan mempriortaskan program dasar seperti pendidikan, kesehatan dan kemiskinan.  Tapi, bukan berarti mengabaikan program-program lainnya seperti infrastruktur, kemacetan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).


"Untuk kesehatan, kita akan pastikan tidak ada warga yang tidak bisa berobat karena terbentur oleh ekonomi. Jika ada warga yang tidak tercover oleh BPJS, kita yang akan menanggung semua biaya berobat di semua rumah sakit, " kata Najamudin

Selanjutnya, kata dia, program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan lebih menyentuh kepada warga miskin. Makanya kedepan nanti pendataan RTLH di wilayah Kelurahan harus betul-betul tepat sasaran," tegas Kang Naja sapaan akrabnya.

Najamudin berkeyakinan, jika melihat APBD Kota Bogor Rp 2,1 Triliun, program-program yang dijanjikannya bisa terealisasi.  "Saya tidak ingin mengumbar janji yang tidak realistis, sehingga pada akhirnya nanti tidak bisa terealisasikan," pungkasnya. (Iqbal)

Rabu, 16 Agustus 2017

Penjual Hewan Kurban Mulai Ramai di Kota Bogor


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Menjelang hari Idul Adha para pedagang hewan kurban mulai bermunculan di beberapa titik Kota Bogor. Seperti dilahan eks Mall Mega M samping apartemen Bogor Valey, Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Tanah Sareal, Kota Bogor pembeli pun mulai memburu hewan kurban.

Laiknya pedagang pakaian ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri, pedagang hewan kurban pun begitu laris saat Idul Adha datang. Tak mengherankan jika peluang yang ada tersebut banyak dimanfaatkan pedagang hewan kurban musiman. Karena, keuntungan yang diperoleh cukup besar.

Seperti pengakuan Ustadz Hamdan (52), yang sudah menekuni berjualan hewan kurban selama 4 tahun. Sejak awal Agustus hingga menjelang Idul Adha, Bapak yang juga pengurus Keluarga Muslim Bogor (KMB) ini sudah menyiapkan sapi yang didatangkan langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk dijual. Karena biasanya momen seperti ini permintaan meningkat.


"Jelang Idul Adha biasanya permintaan meningkat makanya jauh-jauh hari telah kami persiapkan hewan yang akan dijual," sebut pria berpeci yang sering disebut Ustadz ini, Rabu (16/8/2017).

Ustadz mengaku relah merogoh kocek Rp 15 juta untuk menyewa sebidang lahan di eks Mall Mega M, untuk keperluan kandang hewan kurban sapi yang dijualnya.

“Harga itu sudah termasuk dengan uang keamanan selama satu bulan,” ungkapnya.

Ustadz mengungkapkan, dirinya mengaku sudah menjual sekitar 58 ekor sapi sejak awal bulan Agustus hingga pertengahan bulan ini dari stok yang disediakan sebanyak 150 ekor.


"Kami punya stok cukup banyak di kandang yang berada di Salabenda," kata Ustadz pria asal Banten ini, yang juga sering di order untuk menyembelih hewan kurban.

Adapun harga sapi dibanderol mulai dari Rp10 juta - 40 juta. Disesuaikan dengan berat dari sapi tersebut, untuk hewan kurban dengan berat terkecil 200 hingga berat sapi terbesar 500 kilogram.

"Harga yang kami tawarkan disesuaikan dengan ukuran berat sapi," ungkapnya.

Di tempatnya, pembeli yang sudah memesan sapi bisa menitipkan sapi-sapinya di bursa hewan kurban sampai hari lebaran tiba untuk memudahkan perawatan dan akan diantara ke rumah pemesan tanpa biaya kiriman, terkecuali untuk luar wilayah Bogor.


“Harga jual sudah termasuk biaya perawatan sapi selama dititipkan di bursa, kita juga tidak mengenakan ongkos kirim untuk pemesanan wilayah Bogor,” tuturnya.

Ustadz menambahkan, sapi yang didatangkan langsung dari Bima lebih laku karena keunggulannya daging lebih padat, lebih banyak daging, lemak sedikit, tulangnya kecil serta darah lebih sedikit.

Kotorannya tidak berbau, karena sapi dari Bima itu merupakan sapi liar, hanya memakan rumput atau tumbuhan, jadi masih alami tidak ada asupan vitamin tambahan yang terbuat dari kimia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan kualitas sapi yang dijual oleh pihaknya telah memenuhi prosedur dan standar kesehatan.

"Kebetulan pemodal yang mendatangkan sapi dari Bima adalah seorang dokter hewan, jadi tidak perlu khawatir dengan kesehatan hewan kurban sapi yang dijual," pungkasnya. (Madiqtera)

Sabtu, 29 Juli 2017

Nilai Ekspor Florikultura Indonesia Capai 20 Juta US Dollar


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Nilai ekspor Indonesia dari bidang florikultura mencapai sekitar 20 juta US Dollar, sedangkan total nilai impor di tahun 2016 lalu sekitar 12,7 juta US Dollar. Jika didukung oleh standar mutu yang konsisten, inovatif, dan pasokan yang berkesinambungan maka Indonesia akan kuat bersaing di tingkat dunia.

Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) Glenn Pardede mengatakan hal itu usai pembukaan Florikultura Indonesia 2017 di lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (29/07/2017).

Menurutnya, usaha florikultura Indonesia sangat menjanjikan. Namun dengan catatan mendapatkan dukungan seperti regulasi yang kondusif serta meningkatkan peran asosiasi sebagai mitra pemerintah.

"Keputusan pemerintah untuk memberlakukan PPN yang sangat ramah terhadap usaha tentunya sangat dinantikan oleh para pelaku usahanya. Dengan demikian mereka dapat segera bangkit dan bisa bersaing di pasar florikultura," papar Glenn.

Dengan dicanangkannya Hari Kebangkitan Florikultura Indonesia, katanya, menunjukkan keseriusan, komitmen, dukungan serta perhatian pemerintah terhadap potensi florikultura.

"Sebagai salah satu bentuk dukungan kebangkitan florikultura Indonesia ini, maka akan diadakan lomba dan pawai mobil hias Minggu (30/7/2017) besok," ujarnya.

Pembukaan Florikultura Indonesia 2017 itu dihadiri istri Wakil Presiden RI Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan istri Kabinet Kerja, Wali Kota Bogor Bima Arya serta Rektor IPB Herry Suhardiyanto dan tamu undangan lainnya. (Isp)

Pengunjung Istura dan Museum Open 2017 Tembus 21.332


XPOSNEWS.com (Kota Bogor) - Hari terakhir pelaksanaan Istana Bogor untuk Rakyat (Istura) dan Museum Open 2017, Jumat (28/07/2017), total jumlah pengunjung yang tercatat tembus hingga mencapai 21.332 orang. Jumlah tersebut berdasarkan catatan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Seperti disampaikan Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi, tingginya jumlah pengunjung itu tentunya menjadi kabar gembira. Sebab, tingginya jumlah pengunjung itu pun sesuai dengan prediksi dan target yang telah Disparbud untuk pelaksanaan tahun 2017 ini.

"Jadi, berdasarkan catatan kami dari jumlah tiket yang dikeluarkan dan hasil check door pihak istana dan Paspampres total jumlah pengunjung pada kegiatan Istura dan Museum Open 2017 ini sebanyak 21.332 orang," jelas Shahlan.

Jumlah sebanyak itu, kata Shahlan, diantaranya berhasil dipecahkan pada rekor jumlah pengunjung di hari terakhir Istura dan Museum Open 2017 yang tercatat hingga mencapai 6.752 orang. Angka tersebut tentunya menjadi yang tertinggi dibanding pelaksanaan empat hari sebelumnya.

"Hari ini (hari terakhir Istura dan Museum Open 2017) mencapai yang tertinggi dengan total jumlah pengunjung yang masuk sebanyak 6.752 orang. Kemudian tertinggi kedua terjadi di hari kemarin (Kamis, 27/7/2017) yang tercatat sebanyak 5.705 orang," ungkapnya.

Atas capaian target itu pun, masih kata Shahlan, Disparbud mengaku cukup puas. Pasalnya, target 20 ribu yang ditetapkan untuk tahun 2017 tercapai dan bahkan terlampaui. "Semoga saja ini akan terus meningkat dan tetap menjadi salah satu favorit warga dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB)," ujarnya. (Isp)

Jumat, 28 Juli 2017

PMI Kabupaten Bogor Gelar Rakor SIBAT


XPOSNEWS.com (Babajan Madang-Kabupaten Bogor) - Palang Merah Indonesia (PMI) se- Indonesia akan melakukan temu sukarelawan yang dipusatkan di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada 16-20 September 2017 dimana PMI Kab. Bogor akan bertindak sebagai tuan rumah. Terkait hal ini, PMI Kab. Bogor mengundang pihak – pihak yang berhubungan dengan penyelenggaraan nanti untuk mengikuti rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Jum’at (28/7), di ruang rapat PMI Kab. Bogor.

Kegiatan yang rencananya akan berlangsung selama lima hari tersebut akan diikuti oleh kurang lebih 2.000-an perwakilan sukarelawan atas nama provinsi yang merupakan perwakilan dari beberapa kabupaten/kota.

Sekretaris PMI Kabupaten Bogor, Makmur Rozak mengatakan tujuan rakor kali ini sebagai pedoman dan pegangan bagi panitia dan unsur yang terlibat dalam kegiatan temu sukarelawan PMI Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Tingkat Nasional 2017 nanti. “ Saya harap dengan adanya pertemuan kali ini dapat lebih mempersiapkan berjalannya pelaksanaan kegiatan nanti agar berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan,” katanya.

Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Sumarsono selaku pengurus pusat ketua bidang penanggulangan bencana mengatakan dengan mengusung tema membangun ketangguhan bersama masyarakat, kegiatan nanti akan dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sebuah ajang pertemuan bagi para sukarelawan PMI diseluruh Indonesia. "Jangan menutup diri, manfaatkan moment nanti untuk menggali informasi, pengetahuan dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta dari daerah lain,” himbaunya.

Masih di tempat yang sama, pengurus pusat ketua bidang relawan Muhammad Muas mengatakan Temu Sukarelawan Palang Merah Indonesia tingkat Nasional nanti merupakan forum untuk sosialisasi dan komunikasi dengan sesama anggota PMI. “Manfaatkan moment – moment pertemuan seperti itu untuk pengembangan kapasitas dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Temu Sukarelawan PMI Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Tahun 2017 dihadiri oleh para pengurus PMI dari berbagai daerah, SKPD terkait, perwakilan Polres dan Kodim serta Kepala Desa Karang Tengah dan Camat Babakan Madang selaku pemilik wilayah diselenggarakannya  kegiatan nanti. (Gio) 

BPOM Sambangi Pasar Ciawi Sosialisasi Program Pasar Aman


XPOSNEWS.com (Ciawi-Kabupaten Bogor) - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) menyambangi pasar tradisional Ciawi Kabupaten Bogor untuk mensosialisasikan program pasar aman dari bahan berbahaya dan satu unit teskit yaitu alat pendeteksi bahan makanan berbahaya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang di serahkan oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Suratmono MP yang diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar  pada Kamis (27/7) kemarin.

Suratmono mengatakan dalam 3 tahun terakhir penggunaan bahan berbahaya dari 24 persen turun menjadi 15 persen dan sekarang naik lagi menjadi 16 persen akan tetapi penyalahgunaan formalin adanya penurunan dan tahun ini ditargetkan 139 pasar aman di seluruh Indonesia maka kita akan berupaya untuk mewujudkan itu dengan memberikan sosialisasi dan mengandeng komunitas pasar.

"Intinya BPOM dan Pemerintah Daerah terbatas untuk mengawasi bahan-bahan berbahaya masuk ke pasar jadi konsep mengandeng komunitas pasar perlu dilakukan dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada mereka terhadap bahan berbahaya," ungkapnya.

Suratmono MP juga mengatakan pemberian Teskit ini untuk menekan penyebar luasan penggunanan bahan makanan berbahaya di masyarakat luas. Apalagi berdasarkan data BPOM penyalahgunaan bahan berbahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walau sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

”Pemberian teskit kepada para pengelola pasar dinilai efektif menekan penyebarluasan bahan makanan berbahaya,” jelasnya.

Ia juga berharap pasar pasar yang dikelola oleh PD Pasar Tohaga setelah mendapatkan pelatihan bersih dari bahan berbahaya, kalau dimungkinkan setiap kios atau lapak ditandai oleh stiker untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa tempat tersebut aman untuk berbelanja karena tidak mengunakan bahan berbahaya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar pun berjanji akan menindaklanjuti terkait kunjungan BPOM dengan memperintahkan PD Pasar Tohaga dan OPD terkait agar semua pasar di Kabupaten Bogor bebas dari bahan berbahaya yang membahayakan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap nantinya seluruh pasar yang ada di kabupten Bogor secara mandiri bisa melakukan teskit hingga makanan yang beredar selalu dalam keadaan aman.

“Yang merasakan dampak kerugian menkonsumsi bahan makanan berbahaya adalah masyarakat, saat ini mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. PD Pasar Tohaga harus secara terus menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya. (Gio)

Presiden Jokowi Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di Jawa Barat


XPOSNEWS.com (Cikarang) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri, di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/07/2017).

Program pendidikan vokasi industri merupakan bagian dari revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.

Jokowi mengatakan, selama ini Pemerintah memiliki kebijakan yang fokus pada pembangunan infrastruktur. Menurutnya, hal demikian ditujukan guna mempersiapkan daya saing Indonesia, dari segi aksesbilitas.

Maka untuk memperkuat itu, yang tentu tak kalah penting untuk digalakan, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri. Pemerintah tengah mengupayakannya lewat berbagai pelatihan, training, hingga memasukan kurikulum vokasional mulai pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bahkan pembekalan vokasional pun mulai diberikan kepada pendidikan pesantren.

"Pemerintah fokus infrastruktur, palabuhan, airport, jalur kereta api luar Jawa, jalan tol, untuk apa? Untuk mempersiapkan daya saing kita kompetitif, untuk bisa berkompetisi dengan negara lain. Karna persaingan global memerlukan itu," kata Jokowi.

"Tapi setelah infrastruktur itu, tahapan besar kedua yaitu pembangunan SDM, dan ini sudah kita mulai pada hari ini dengan training-training, kerjasama, 'link and match' antara industri dan SMK, juga dengan Pondok Pesantren. Saya senang sekali SMK sekarang sudah bekerjasama dengan industri," sambungnya.

Jokowi juga berharap, Sekolah Menengah Kejuruan tidak terjebak dengan kurikulum lama yang kaku, akan tetapi kurikulum sekolah vokasional, harus bisa lebih fleksibel dan mengikuti perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan industri.

"Mestinya jangan sampai kita kerjebak kurikulum lama, kurikulum harus fleksibel, jurusan jangan itu- itu aja, berkembang saja sesuai kebutuhan," katanya.

Terkait Pendidikan Vokasi Industri yang bekerjasama dengan PT Astra Otoparts Tbk ini, Presiden menilai kerja sama antara SMK dan industri tersebut sangat strategis. Presiden pun berharap BUMN ataupun swasta lainnya, mau membuka kerja sama dengan SMK maupun pondok pesantren.

"Dengan kerja sama yang konsisten, sudah dikalkulasikan tahun 2040 atau 2045 nanti, Indonesia bisa menjadi empat besar negara terkuat ekonomi," harapnya.

Senada Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan memanglah penting 'link and match' antara kebutuhan industri dengan jurusan, ataupun kurikulum vokasional yang diajarkan pada siswa menengah kejuruan.

Hal ini menjadi penting supaya lulusan SMK nantinya 'siap terjun' langsung di dunia usaha, maupun industri. Karena jaman pun terus menuntut kemajuan yang cepat. Maka peningkatan potensi SDM juga perlu dipacu.

"Sekarang Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah mendorong supaya ada 'link and match' antara SMK dengan dunia usaha, atau dunia industri, ini untuk meningkatkan kompetensi supaya bangsa kita berdaya saing," kata Gubernur usai acara.

Aher pun menilai baik bila ada Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki jurusan yang spesifik, atau spesialis. Misalkan dalam cakupan otomotif, bisa saja dibuka jurusan khusus mesin mobil, atau motor, bahkan bila perlu spesialisasi di mesin saja, atau konsentrasi mempelajari part tertentu.

"Kemudian SMK dan industri diberi keleluasaan untuk menyusun kurikulumnya, ini bisa lebih tepat sesuai kebutuhan industri," imbuhnya.

Sementra itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan melalui program vokasi, pemerintah tengah menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang kompeten.
Di wilayah Jawa Barat, menurut Airlangga, Kementerian Perindustrian melibatkan 141 industri dan 393 SMK di program vokasi industri.

"Ke depan, pemerintahan Jokowi menargetkan 845 ribu lulusan SMK bisa tersertifikasi dari hasil program vokasi industri," katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, kata Airlangga, kurikulum dan silabus SMK akan disesuaikan dengan kebutuhan industri. (Anwar Sadat)

Gubernur Jabar : Ada Dua Hal Yang Harus Dilaksanakan, Loyalitas dan Kinerja


XPOSNEWS.com (Bandung) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher)  melantik sebanyak 238 pejabat struktural Eselon III, dan IV, berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 821.28/Kep. 674-BKD/2017, tanggal 27 Juli 2017, tentang pengangkatan dan pemindahan pegawai negeri sipil dalam dan dari jabatan struktural/jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan surat keputusan nomor 821.2/Kep. 676-BKD/2017, tanggal 27 Juli 2017, tentang pengangkatan dan pemindahan pegawai negeri sipil dalam dan dari jabatan struktural/jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat, melantik sebanyak empat orang Aparatur Sipil Negara (ASN) tingkat Eselon II di Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kepala Daerah ditugaskan untuk membina Aparatur Silpil Negara (ASN), adapun perubahan harus dilakukan demi hadirnya reformasi birokrasi, dan tatanan organisasi pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat yang lebih baik, dan kuat dalam memenuhi tuntutan pelayanan publik. Tidak ada "like and dislike," tidak ada sogok-sogokan, yang ada adalah sebuah evaluasi, sebuah perbaikan tatanan struktur pemerintahan,” kata Ahmad Heryawan, pada acara pelantikan pejabat Eselon II, III, IV, serta pelantikan SMA/SMK Negeri, di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepada para pejabat Struktural yang dilantik, Gubernur mengatakan rotasi, atau pergeseran posisi jabatan dimaksudkan untuk penyegaran organisasi. Sehingga, hal yang tak boleh dilupakan para Eselon tersebut yakni menunjukan kualitas, dan kompetensi terbaiknya. Secara gamblang Aher pun menuntut, para ASN tersebut supaya menegakan loyalitas kepada Negara, serta menunjukan performance, atau kinerja yang sebaik-baiknya.

“Selamat bekerja, yang pertama loyalitas kepada Negara, Kedua kinerja yang sebaik-baiknya, hanya dua tuntutan saya,” tegas Aher.

Adapun sejumlah nama yang mengalami pergeseran diantaranya Hening Widiatmoko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.  Sedangkan yang menggantikan Hening Widiatmoko adalah Anton Gustoni.

Kemudian, Dewi Sartika yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana kini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan.

Selanjutnya, Dody Firman Nugraha, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, saat ini mendapatkan amanat menjalankan tugasnya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah. (Frida)

Wujud Keseriusan “Alan Juyadi Bersilaturahmi dengan Bapak Arsyad Hamzah Tokoh Presidium Kabupaten Bengkulu Tengah” untuk Bengkulu Lebih Baik


XPOSNEWS.com (Bengkulu) - Pengurus  DPP Perindo dari Bengkulu Alan Juyadi  bertemu dengan Bapak Arsyad Hamzah tokoh presidium pendiri Kabupaten Bengkulu Tengah dan juga Ketua DPD Partai Perindo Kab Benteng. Adapun pertemuan kedua tokoh itu lebih merupakan konteks silaturahmi. Membahas isu-isu terkait dengan Internal Partai Perindo dan kondisi update Bengkulu.

Menurut Alan, pertemuannya dengan Pak Arsyad memberikan pencerahan dalam berdemokrasi. 

"Bagus dong. Saya kira dalam kondisi seperti saat ini kita yang muda bisa menimba pengalaman dari senior," Ujar Alan

Silaturahmi tersebut membuktikan keseriusan Alan Juyadi dalam memulai langkah konsolidasi dan mempersatukan visi dan misi konkrit dari para tokoh Bengkulu dalam menjaring isu-isu dan potensi apa saja yang kedepan bisa ditetapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan 

Alan mengakui, persoalan cukup berat di Bengkulu, terjadi mulai dari birokrasi. Diperlukan pembenahan struktural dan konsisten. Misalnya dengan memberikan kemudahan izin untuk sektor swasta membangun infrastruktur.

"Jadi solusinya kita harus paham dulu kondisi perekonomian sebenarnya di Bengkulu yang sekarang ini masih harus membenahi birokrasi dan tatanan pondasi perekonomian, simbol-simbol kemewahan dan kesejahteraan masyarakat itu masih di birokrasi, gimana kita menggesernya ke swasta atau private sektor, swasta akan masuk kalau infrastruktur dasar dibangun," terang Alan. (Sandi)

 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera