NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Beritanya

Sabtu, 30 Mei 2015

Ichsan dari Kencana Nekad Menyulap Dirinya Menjadi Manusia Patung dalam Helaran


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Manusia patung yang berdiri diatas mobil hias Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor menarik perhatian warga yang menyaksikan Helaran Budaya memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533  yang digelar di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jendral Sudirman Kota Bogor, Sabtu (30/5/15). 

Sang manusia patung itu bernama Ichsanudin Ketua Karang Taruna Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal.  Ichsan sapaan akrabnya, nekad menyulap dirinya menjadi manusia patung, berdiri diatas mobil hias.


Dengan pemikirannya yang kreatif dan berani, Ichsan melumuri sekujur badannya dengan Body Paiting.   Sambil memegang payung diatas kendaraan hias ia mampu menghibur warga yang menyaksikan helaran budaya.

Apa yang dilakukan Ichsanudin ternyata cukup menarik, tidak sendikit warga ingin mengabadikannya, bahkan ada warga yang sengaja ber-selfi dengan Ichsan. “Saya menjadi patung semata untuk menghibur penonton supaya dalam kegiatan tersebut tidak jenuh, “ katanya.

Menurut Ichsan, dirinya melakukan happening art atau humanoid bukan sekali ini saja, bahkan Ichsan pun pernah menyukap dirinya menjadi patung petani di Kantor Kelurahan Kencana saat kedatangan tim penilai lomba Kelurahan.


Ichsan mengaku, dirinya juga sering diminta  tampil penghibur  para pengunjung Mall ataupun pusat perbelajaan baik di Jakarta maupun di Bogor.  “Di Bogor Kami bersama grup happening art pernah tampil di salah satu tempat rekresi, “ kata Ichsan.

Sementara itu Camat Tanah Sareal Taufik, mengatakan, aksi warganya menyulap dirinya menjadi patung dilakukan spontan untuk menghibur warga yang menyaksikan helaran budaya. “ Agar acara helaran tidak monoton, kita tampil berbeda dengan peserta helaran lainnya, “ kata Taufik. (Isp)

TEKS FOTO : Manusia patung yng diperankan oleh Ichsanudin Ketua Karang Taruna Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal

Manusia Tanah dari Purwakarta Hebohkan Warga Bogor


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Manusia tanah dan  kesenian genye dari Kabupaten Purwakarta membuat heboh warga Bogor yang menyaksikan Helaran Budaya memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533, Sabtu (30/5/15).


Disebut manusia tanah karena manusia tersebut disekujur tubuhnya dilumuri dengan tanah.  Dipimpin langsung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi manusia tanah dan kesenian genye tampil dalam arak-arakan seni dan budaya di Jalan Sudirman, Kota Bogor. 
Dalam arak arakan Dedi tampil mengenakan pakaian adat khas Jawa Barat berwarnan putih lengkap dengan ikat kepala dari batik. Sesekali Dedi menebar senyum kepada warga Bogor. 


Dedi mengatakan, manusia tanah sebagai simbol bahwa manusia diciptakan dari tanah. "Manusia tanah dan seni genye merupakan kesenian daerah khas Purwakarta, “ kata Dedi
Menurut Dedi, manusia tanah yang ditampilkan dalam helaran sekaligus memperkenalkan Kabupaten Purwakarta sebagai penghasil keramik. “Jadi secara kebetulan Purwakarta sebagai penghasil keramik di Jawa Barat."Saya hadir di Bogor, karena Bogor merupakan bagian dari  kerajaan Pajajaran," pungkasnya. (Isp)


TEKS FOTO : Manusia tanah dan  kesenian genye dari Kabupaten Purwakarta membuat heboh warga Bogor 


Pemilik Pabrik Kikil Berbahan Kimia, Sudah Beroperasi 10 Tahun


XPOSNEWS.COM, (Cibinong) - Pria berinisial G salah satu pemilik pabrik kikil berbahan kimia di Kampung Mandalasari RT 03/03 Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor yang digerebek jajaran Polsek Sukaraja Bogor Jum'at (29/5/15) lalu mengaku, memproduksi kikil sudah 10 tahun dengan menggunakan zat kimia. Tujuannya menggunakan cairan kimia tersebut untuk membersihkan kikil dari bercak-bercak hitam.

“Bahan Kikilnya dapat dari Cianjur dan Sukabumi. Dibersihin dulu terus dipakai pemutih selama 48 jam. Terus dibilas dengan air sebanyak 4 kali. Tujuannya supaya warnanya bagus. Soalnya kalau warnanya jelek dan ada hitamnya pembeli kurang suka,” akunya.

Dijelaskannya, dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga 2 kwintal kikil dan menjualnya ke Pasar Cibinong, Pasar Bogor dan Pasar Anyar. Ia biasa menjual Rp. 17 ribu per kilogram.


Sementara Kapolsek Sukaraja, Kompol Hida Tjahjono mengatakan, penggerebekan bermula dari adanya informasi warga Kampung Mandalasari RT 03/03, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, bahwa di wilayah tersebut ada pabrik kikil yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Kami amankan pemilik pabrik dan kita lakukan pemeriksaan dan pengembangan. Dan sampel kita bawa untuk dilakukan uji lab. Sedangkan pemilik masih berstatus saksi,” katanya di Mapolsek Sukaraja kepada awak media.

‪Jika terbukti beracun, lanjut Kapolsek, kedua pembuat kikil ini bisa ditetapkan sebagai tersangka dan akan dikenakan Pasal 75 Undang-undang No.18 tahun 2012 tentang pangan, pasal 62 UU no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen serta pasal 197 UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (A. Tatang)


TEKS FOTO : Foto ilustrasi

Harga Sembako di Kabupaten Bogor Jelang Ramadan Merangkak Naik


XPOSNEWS.COM, (Cibinong) - Menjelang bulan ramadhan harga sembako disejumlah pasar di Kabupaten Bogor khususnya jenis sayur mayur mulai merangkak naik. Kenaikan harga sembako menjelang bulan puasa sudah terbiasa dan selalu terjadi setiap tahun, seperti saat ini harga sembako sudah mengalami kenaikan.

Dari data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bogor, sejumlah sembako jenis sayur mayur sudah mengalami kenaikan antara seperti halnya cabai merah kriting naik dari Rp 16 ribu nenjadi Rp 28 ribu, cabai rawit hijau naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu, cabai rawit merah dari sebelumnya Rp Rp 25 ribu menjadi Rp 32 ribu dan tomat dari sebelumnya Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu.

Kasi Perdagangan dan Mikro Diskoperindag Kabupaten Bogor, Yatirun mengatakan, kenaikan tersebut akibat pasokan dari petani sedikit terhambat, sehingga berdampak tethadap harga.

"Ini sudah biasa, karena permintaan sudah mulai meningkat sedangkan pasokan masih tetap sehingga memicu terhadap kenaikan harga," kata Yatirun, Jumat kemarin (29/05/15).

Yatirun menambahkan, meski harga sayur mayur sudah mengalami kenaikan, namun harga sembako yang lainnya masih tetap setabil, dan menurutnya ke aikan harga-harga menjelang Ramadhan tahun ini terbilang kecil di banding tahun sebelumnya.

"Memasuki Bulan Ramadhan hanya tinggal menghitung hari, namun kenaikan harga hanya terjadi pada sayur mayur, berbeda dengan tahun lalu hampir semua jenis sembako naik, bahkan kenaikannya hingga mencapai 200 persen," pungkasnya. (A. Tatang)


TEKS FOTO : Foto ilustrasi

Polsek Sukaraja Bogor Grebek Pabrik Kikil Berbahan Kimia


XPOSNEWS.COM, (Cibinong) - Pabrik pengolahan kulit sapi atau kikil yang mengandung bahan kimia berbahaya digerebek petugas Reserse Kriminal Polsek Sukaraja, Kabupaten Bogor, hari ini. Dari hasil penggerebekan, polisi menyita belasan drum cairan pemutih kimia hyprox H2O2 dan tawas.

Kapolsek Sukaraja, Komisaris Hida Tjahjono mengatakan, kasus bermula ketika polisi mendapatkan informasi dari warga tentang ada sebuah pabrik yang berada di Kampung Mandalasari RT 03/03 Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor yang memproduksi kikil menggunakan zat kimia berbahaya.

"Di lokasi kami menemukan larutan hidrogen peroksida dengan kadar 35 persen serta tawas yang digunakan untuk memutihkan dan membersihkan kikil," kata Hilda di Mapolsek Sukaraja kepada wartawan, Jumat kemarin (29/5/15).


Lanjutnya, pembuat kikil tersebut, yakni Gofar dan Wahyono telah diamankan dan dimintai keterangan, namun statusnya baru sebagai saksi. Karena polisi harus memastikan kandungan pada kikil melalui uji labolatorium di Pusat Labolatorium dan Forensik (Puslabfor) Polda Jabar. "Harus diuji dulu, apakah ini untuk makanan atau bukan. Kalau dari kemasannya jeriken dipastikan bukan buat makanan," paparnya.

Hida menjelaskan, cairan hyprox digunakan sebagai campuran pemutih gigi dan kulit. Sementara tawas digunakan menjernihkan air yang tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan pengolahan makanan.

Indikasi alasan perajin kikil menggunakannya karena harganya murah dan mudah didapat di pasaran. "Namun, operasi pabrik ini mendapat rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2011. Tetapi jika kini terbukti beracun maka sampel yang diujikan dulu berbeda atau tanpa zat berbahaya," ungkap Hida.

Sementara, Gofar mengaku telah memproduksi kikil dengan menggunakan zat kimia selama 10 tahun. Tujuannya menggunakan cairan kimia tersebut untuk membersihkan kikil dari bercak-bercak hitam.

"Bahan kikilnya dapat dari Cianjur dan Sukabumi. Dibersihkan dulu terus direndam pemutih selama 48 jam. Terus dibilas dengan air sebanyak empat kali. Tujuannya supaya warnanya bagus. Soalnya kalau warnanya jelek dan ada hitamnya pembeli kurang suka," aku Gofar.

Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga dua kuintal kikil. Kikil buatannya ia jual ke Pasar Cibinong, Pasar Bogor, dan Pasar Anyar. Ia biasa menjual Rp 17.000 per kilogram.
‪Jika makanan tersebut beracun, kedua pembuat kikil ini bisa ditetapkan sebagai tersangka dan akan dikenakan Pasal 75 Undang-undang No.18 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 UU no.8/1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan atau Pasal 197 UU no. 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara pidana penjara paling lama 15 tahun. (A. Tatang)


TEKS FOTO : Foto ilustrasi

BERITA FOTO : Helaran Budaya HJB Ke 533

XPOSNEWS.COM - Ratusan seniman dari berbagai sanggar seni  meramaikan helaran budaya dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533.  Helaran   yang digelar Sabtu (30/5/15) dibuka Walikota Bogor Bima Arya.

Berbagai atraksi seni dan budaya, tidak hanya dari Kota Bogor tapi juga dari luar Kota Bogor meramaikan Jalan Ahmad Yani Jalan Sudirman dan Jalak Harupat.

Helaran Budaya juga diramaikan tim seni dari Kabupaten Purwakarta yang dipimpin langsung Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi.  Selain itu ada pasukan kuda yang ditunggangi Walikota Bogor Bima Arya Wakil Walikota Usmar Hariman, Ketua DPRD Untung W. Maryono dan  Muspida lainnya.





































Bima Berpakaian Pangsi Putih Tunggangi Kuda Pimpin Helaran Budaya


XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Walikota Bogor Bima Arya memimpin arak – arakan helaran budaya dalam memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533.   Bima bersama Wakil Walikota Usmar Hariman, Ketua DPRD Untung Maryono dan jajaran Muspida menunggang kuda yang telah disiapkan panitia HJB.


Dengan mengenakan baju pangsi berwarna putih lengkap mengenakan totopong (ikat kepala) para pejabat petinggi Kota Bogor berbaur dengan para peserta pawai.  Ribuan warga Kota Bogor, tumpah ruah di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman untuk menyaksikan penampilan para seniman melakukan unjuk kebolehan.


Tampilnya Bima Arya memimpin helaran yang menunggang kuda mengundang perhatian warga yang menyaksikan dipinggir pinggir jalan. Sesekali terdengar warga memanggil nama sang Walikota. Bima yang disapa warga hanya melambaikan tangannya ke arah kermunan warga.


Helaran Budaya kali pertama di era kepimpinan Bima – Usmar melibatkan sekitar  5000 peserta dari berbagai sanggar seni dan komunitas  baik dari Kota Bogor maupun luar Kota Bogor, seperti dari Kabupaten Purwakarta yang dipimpin langsung Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi.(Isp)


TEKS FOTO : Walikota Bogor Bima Arya Menunggang Kuda, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera