NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Beritanya

Jumat, 26 Februari 2016

200 Bola akan Dibagikan di Hitungan Mundur 222 Jelang PON XIX/2016


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Ratusan bola akan digunakan dalam hitungan mundur 222 hari jelang PON XIX/2016 di kawasan Car Free Day Kota Bekasi, Minggu (28/2) pekan ini. Bola hasil dari para pengrajin bola di Jawa Barat sedianya akan dibagikan kepada para pengunjung yang mengikuti acara tersebut.

Ketua Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media PON XIX/2016, Dadang Suharto mengatakan, bola-bola yang bertuliskan PON XIX/2016 tersebut dibagikan kepada pengunjung dengan harapan dapat memberikan pesan moral kepada masyarakat agar mereka ikut ambil bagian.

“Kita berharap dengan membagikan 200 bola, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat Jabar, agar bisa ikut mengambil bagian, mendukung serta mensukseskan penyelenggaraan PON XIX/2016 di Jabar,” ujarnya, Kamis (25/2) di Bandung.

Menurut Dadang, kegiatan yang akan berlangsung di depan Stadion Patriot Kota Bekasi tersebut akan dihadiri oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Wagub Jabar, Deddy Mizwar, Wali Kota Bekasi serta Ketua KONI Jabar.

“Kita berharap dengan hadirnya gubernur dan wagub serta dua legenda olahraga Jabar, lifter berprestasi internasional Sodikin dan mantan kapten Timnas PSSI Robby Darwis, bisa menjadi magnet masyarakat untuk hadir,” tuturnya. (Hilda) 

Akhirnya Walikota Berhentikan Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Usai melaksanakan Jumat Bersih (Jumsih) di kawasan R3 Bantarjati, Walikota Bogor Bima Arya melaksanakan ibadah sholat jumat di Masjid Nurul Maa'i PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, pada Jumat (26/2). Selain melaksanakan ibadah sholat jumat, kedatangan Bima ke Kantor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, sekaligus silaturahmi dengan para karyawan PDAM Tirta Pakuan.

“Selain memastikan berjalannya pelayanan bagi konsumen PDAM, saya juga ingin memastikan hak-hak karyawan tidak terganggu. Terkait aspirasi seluruh karyawan, telah direspon dan ditindaklanjuti sesuai aturan. Terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah menjaga komitmennya untuk tetap menjaga pelayanan,” kata Bima.


“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan telah memberhentikan Dirut PDAM secara defenitif. Keputusan ini diambil karena Dirut tidak bisa menjalankan tugas dalam hal ini pembinaan karyawan,” cetus Bima dihadapan perwakilan karyawan PDAM Tirta Pakuan.

Bima menuturkan keputusan pemberhentian dirut telah diambil sejak Selasa (23/2) lalu dan untuk Surat Keputusan Walikota terkait pemberhentian dirut menurutnya dalam proses sambil menunggu surat pertimbangan dari DPRD Kota Bogor. “Ini adalah adalah mekanisme yang memang telah diatur dalam Perda. Kita telah menyampaikan surat ke pimpinan DPRD yang meminta Komisi B untuk melaksanakan kajian. Komisi B pun telah menyampaikan hasil kajiannya ke pimpinan DPRD. Saat ini, kita tinggal mengunggu surat resmi dari pimpinan DPRD,” tegas Bima yang langsung mendapat sambutan terima kasih dari karyawan, sujud syukur dan perasaan haru.

“Semoga Ini menjadi awal yang baik dari udara yang lebih segar. Terima kasih bagi karyawan atas komitmen dan pelayanan bagi konsumen. Sekali lagi saya tegaskan, saya memahami kegalauan para karyawan namun seluruh proses harus dijalani dan dilandasi prosedur dan hukum yang berlaku,” pungkas Bima menutup pembicaraan.(Mad)

1045 Pos PIN akan Layani 95 Ribu Balita Kota Bogor


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Dalam PIN 2016 yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 15 Maret 2016 mendatang, sebanyak 95 ribu balita Kota Bogor akan diberikan imunisasi dan akan disediakan 1045 pos PIN. Demikian diungkapkan dalam rapat persiapan jelang pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang berlangsung di Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jumat (26/2). 

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rubaeah saat membuka rapat menyampaikan bahwa pekan imunisasi ini sudah beberapa kali dilakukan dan pada tahun 2014 Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio. “Namun untuk mendukung eradikasi polio kita akan kembali menggelar PIN bagi para balita di Kota Bogor. Khususnya bayi mulai 0 hingga 59 bulan,” ujar Kadinkes. 


Untuk menyukseskan PIN tahun ini, Rubaeah meminta dukungan semua pihak. “Tidak hanya posyandu dan puskesmas, diharapkan juga rumah sakit-rumah sakit untuk membuat pos PIN yang mudah dijangkau, kalau bisa paling depan,” tandasnya. Selain itu, sambung Rubaeah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membantu pelaksanaan PIN ini di TK, PAUD, TKA dan TPA. Dalam pelaksanaannya nanti selain di pusat layanan kesehatan dan sekolah-sekolah, pos-pos PIN juga akan tersedia di tempat umum seperti mall dan pasar. “Mudah-mudahan pin 2016 lancar dan sukses,” cetus Rubaeah. 


Untuk wilayah Indonesia, baru pulau Jawa yang mayoritas telah melaksanakan PIN. Berbeda dengan wilayah lain diluar pulau jawa seperti pulau Papua, Kalimantan dan Maluku yang memerlukan sarana khusus karena kondisi dan luas wilayahnya.  

Adapun tujuan khusus penyelenggaraan PIN ini adalah untuk meningkatkan kekebalan dan memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok anak balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan virus polio. Diharapkan tahun 2020 dunia terbebas dari virus polio liar. (Urip)

Sujud Syukur dan Takbir Iringi Pencopotan Dirut PDAM Kota Bogor


XPOSNEWS.com, (Bogor) - "Allahu Akbar, Allah Akbar," demikian pekik takbir puluhan karyawan PDAM Tirta Pakuan yang diiringi sujud syukur ketika Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengumumkan pemberhentian Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Bogor Untung Kurniadi.

Sejak Jumat pagi (26/02) puluhan karyawan sudah memenuhi halaman kantor PDAM Tirta Pakuan yang beralamat di Jalan Siliwangi, Bogor. Puncaknya, usai sholat Jumat di Mesjid Nurul Maa'i PDAM Tirta Pakuan, Karyawan dan direksi  mendengarkan langsung penjelasan terkait kisruh di PDAM.


Isak tangispun tak terelakan. Rona kebahagiannya tampak terpancar dari raut wajah puluhan karyawan PDAM Tirta Pakuan. Satu sama lain saling berpelukan dan mengucapkan takbir

Pengumumkan pemberhentian Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Untung Kurniadi, Bima didampingi  petinggi dari jajaran Direksi PDAM yakni Direktur Umum (Dirum) Ade Syaban, Direktur Teknik (Dirtek) Deni Surya Senjaya beserta karyawan serta dihadiri pula Kabag Humas sekretariat Daerah Kota Bogor Encep Moch Al Hamidi.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan telah memberhentikan Dirut PDAM secara defenitif. Keputusan ini diambil karena Dirut tidak bisa menjalankan tugas dalam hal ini pembinaan karyawan,” cetus Bima dihadapan perwakilan karyawan PDAM Tirta Pakuan.


Bima menuturkan keputusan pemberhentian dirut telah diambil sejak Selasa (23/2) lalu dan untuk Surat Keputusan Walikota terkait pemberhentian dirut menurutnya dalam proses sambil menunggu surat pertimbangan dari DPRD Kota Bogor. “Ini adalah mekanisme yang memang telah diatur dalam Perda. Kita telah menyampaikan surat ke pimpinan DPRD yang meminta Komisi B untuk melaksanakan kajian. Komisi B pun telah menyampaikan hasil kajiannya ke pimpinan DPRD. Saat ini, kita tinggal mengunggu surat resmi dari pimpinan DPRD,” tegas Bima

“Semoga Ini menjadi awal yang baik dari udara yang lebih segar. Terima kasih bagi karyawan atas komitmen dan pelayanan bagi konsumen. Sekali lagi saya tegaskan, saya memahami kegalauan para karyawan namun seluruh proses harus dijalani dan dilandasi prosedur dan hukum yang berlaku,” pungkas Bima (Isp)

Inspektorat Kota Bogor Gelar Sosialisasi Zona Integritas


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Inspektorat Kota Bogor gelar sosilaisasi zona integritas kepada seluruh sekretaris baik dari SKPD maupun OPD. Sebagai bentuk tindak lanjut yang dicanangkan oleh BPPT PM yang dihadiri Kemenpan RB Yuddy Chrisnandi, KPK dan Stakeholder terkait tahun 2015 lalu. Bertempat di Ruang Rapat Satu Balaikota Bogor, Jumat (26/2).


Kepala Inspektorat Kota Bogor Edang M Kendana menuturkan yang menjadi peserta pada kegiatan sosialisasi adalah seluruh Sekretaris mulai dari Dinas, Kecamatan dan Kelurahan. Sedangkan untuk narasumber pihaknya mengundang Asisten Deputi Sistem Evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemempan RB), Gatut Sugiharto dan Kepala Bidang Penyiapan Koordinasi Kebijakan Reformasi Birokrakrasi Agus Harsono, Ak. MM.

Edang berharap zona integritas ini mudah-mudahan bisa diterapkan di Kota Bogor. "Kedepan kami akan membuat SKPD menjadi percontohan zona integritas," tandasnya. (Urip)

Kamis, 25 Februari 2016

BERITA FOTO : Walikota Bogor Ngantor di Kelurahan Kebon Kelapa

XPOSNEWS.com - Walikota Bogor, Bima Arya, ngantor di Kelurahan Kebon Kelapa Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor di Kota Bogor kali ini suasananya santai, karena menurut Bima, jika suasana kerja yang dibangun dengan serius, maka akan stress.

“Santai tapi pasti. Jika serius bisa stress. Turun langsung ke lapangan juga salah satu alternatif mengurangi kepenatan yang kadang datang,” kata Bima, Kamis (25/2).  

Kegiatan ngantor di wilayah, Bima mencoba mengetahui sejauh mana pengetahuan warga tentang program prioritas Kota Bogor. “Terkait sampah dan kebersihan, target yang kita adalah adipura. Saat ini sampah Kota Bogor yang dikirim ke TPAS Galuga mencapai 535 ton," tegas Bima

Selesai berdialog dengan warga, Bima yang didampingi Yanne Ardian melakukan blusukan, melihat pembangunan di kawasan RW 6, 7, 9, dan 10. Bima sempat mengunjungi kolam renang pertama di Kota Bogor, masih terlihat sisa-sisa Kolam Renang yang terakhir beroperasi pada tahun 2010. 

Bima dan rombongan juga mengunjungi Masjid Al Maidah yang berlokasi di Kampung Kebon Kopi, SD Kebon Kopi II dan Kampung Mekarsari.(Mad)











SK Pengangkatan dan Pemberhentian Kadisdukcapil Kini dari Mendagri


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyerahkan secara simbolis petikan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tingkat pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil se-Kota/ Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, kepada tiga perwakilan Kepala Daerah, di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (25/02).

Gubernur Aher menyambut baik penyerahan SK ini karena dengan beralihnya SK Kadisdukcapil Kota dan Kabupaten yang semula berasal dari Bupati atau Walikota, kini langsung dari Menteri Dalam Negeri. Dengan begitu maka urusan data kenpendudukan akan semakin akurat dan akan berdampak pada program pembangunan di tiap daerah, ujarnya.

“Kita tentu menyambut baik, ini sebuah perhatian besar dari Pemerintah Pusat melalui Kemendagri, jadi SK Kadisdukcapil bukan lagi dari Bupati atau Walikota tapi langsung dari Mendagri," ujar Aher yang didampingi Direktur Bina Aparatur Kemendagri.

Aher mengungkapkan, dengan semakin baiknya data kependudukan maka akan mendukung program dari pemerintah daerah seperti program bantuan Raskin, Hibah dan sebagainya. “Objek dari sebuah pembangunan itu kan kependudukan, ketika data itu tidak akurat maka program itu tidak akan berjalan baik karena kemungkinan salah sasaran bisa saja terjadi”, katanya.

“Data kependudukan ini nantinya secara spesifik akan update setiap saat siapa yang masih berhak mendapatkan raskin atau sudah tidak berhak jadi akan kelihatan kan karena ada masyarakat yang ekonominya telah berkembang”, tambahnya.

Dari 27 Kota/ Kabupaten se-Jabar hanya Kabupaten Sukabumi saja yang belum menerima SK Kemendagri ini karena masih dijabat pelaksana tugas. “Total 26 Kota/ Kabupaten telah diberikan SK ini, Sukabumi belum karena pejabatnya masih Plt.”, ujar Aher.

Aher berharap, kedepan SK dari kemendagri ini tidak hanya untuk Dinas Kepndudukan dan Catatan Sipil saja tapi juga untuk BKKBN Kota/Kabupaten karena menyangkut juga kependudukan dalam hal ini keluarga berencana. “Saya kira BKKBN juga bagus kalau SK nya dari Pusat tinggal nanti dicari yang paling proporsional untuk urusan kependudukan”, harapnya. (HPP Jabar/Mad)





TEKS FOTO : Gubernur Jabar saat memberikan SK Mendagri Jabatan Pimpinan Pratama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kepada Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamaksyari, S.Ag. di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung.

Bupati Karawang Buka Rapat Kerja APEK


XPOSNEWS.com, (Karawang) - Dalam rangka menyiapkan diri dalam ajang besar Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) menjalin kemitraan dalam pengembangan ekonomi khususnya di bidang engineering, seperti yang terlihat dalam rapat kerja APEK yang diadakan di ballroom Brits Hotel Karawang pada Kamis (25/02).

Rapat kerja yang dibuka dengan pemukulan gong oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana ini, dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Bidang Perekonomian Ir. Ridho Budiman Utama, Kepala Dinas Perindagtamben Kab. Karawang Ir. H. Hanafi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab Karawang Asep Djunaedi.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua APEK H.R Wiguna menjelaskan bahwa, dinamika perkembangan ekonomi memberikan sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing di tingkat nasional, untuk itu SDM di Indonesia perlu terus ditingkatkan kompetensinya. Dengan adanya MEA, Indonesia harusnya dapat memanfaatkan keunggulan dengan meningkatkan skala ekonomi dalam negeri, sebagai basis memperoleh keuntungan, salah satunya dengan mengembangkan pelaku UKM.

Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sudah menjadi kewajiban kita, untuk berjuang memajukan tanah air kita sendiri. “ Saya pun merasa bangga dengan adanya APEK. APEK memiliki peran penting sebagai mitra yang semoga kedepannya dapat lebih memajukan Karawang” ujar Cellica.

Lebih lanjut Cellica menjelaskan, dengan adanya APEK yang merupakan satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di Karawang ini, semoga dapat menjadi pilot project nasional yang turut menggeliatkan ekonomi yang ada di Karawang maupun di Indonesia. “ Kami dari pemerintahan daerah akan membantu untuk lebih menguatkan APEK, dengan adanya Perda (Peraturan Daerah) maupun Perbub (Peraturan Bupati) yang semoga dapat lebih meningkatkan standarisasi kualitas dan juga harga yang kompetitif, sehingga penyerapan tenaga kerja khusunya masyarakat sekitar dapat lebih maksimal”, pungkas Cellica.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. Ridho Budiman Utama turut menyampaikan sambutannya. Ada beberapa resiko yang kita hadapi jika kita tidak siap, di antaranya ialah resiko pasar, rendahnya kualitas sumber daya, lemahnya quality control product, lemahnya akses pemasaran serta keterbatasan teknologi yang juga dapat berdampak dengan penurunan kualitas produk.

Laode Hasahu selaku calon mitra apek, menyampaikan rencananya tentang pembangun pasar induk buah dan beras yang memiliki visi memajukan petani. “Pasar yang akan kami bangun ini, rencananya akan berskala nasional. Walau berada di Karawang, pasar ini dapat bergerak secara nasional yang juga akan bekerja sama dengan pihak teknologi maupun perbankan untuk e- money”, jelas Laode.

Laode juga menambahkan, karena visi pasar ini untuk memajukan para petani, maka hal-hal yang di lakukan pasar ini juga akan lebih banyak membantu petani, salah satunya dengan memutuskan rantai yang  selama ini dianggap membelengggu petani, yakni susahnya membayar ruko. Seperti yang diketahui MEA memiliki dua sisi yang bisa di jadikan peluang maupun tantangan, semoga setiap kebijakan yang dibuat nantinya dapat lebih menguntungkan bagi kita semua.(Yayat)

Komisi IV DPRD Jabar Tinjau Venue PON, Diharapkan Juli 2016 Selesai On Schedule


XPOSNEWS.com, (Subang) - Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat masih menyisakan pekerjaan venue yang harus diselesaikan.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, ada beberapa venue yang harus diselesaikan. Diantaranya di Kabupaten Bandung Barat masih proses lelang untuk finishing touch topping venue panjat tebing dan di Kabupaten Indramayu untuk venue selam laut dermaganya masih harus dibangun 1 x 60 meter ditambah menyambung sekitar 10 meter dan menyambungkan pemecah ombak yang terputus beberapa ruas.

”Namun secara umum sudah siap, kita harapkan on schedule selesai Bulan Juli 2016,” ujarnya kepada wartawan saat meninjau lokasi venue Sirkuit Gery Mang di Subang Jawa Barat, Kamis (25/2).

Untuk di Subang akan mempergunakan Sirkuit Gary Mang sebagai venue olahraga balap motor dan venue terbang layang di Pangkalan Udara Suryadarma Kalijati.

”Kalau ini (sirkuit Gary Mang), saya lihat kesiapannya tinggal prung (diselenggarakan) saja. Cuma kami minta bangunan di cat ulang supaya lebih indah. Karena akan menjadi salah satu wajah Jawa Barat nantinya,” pintanya. Untuk venue terbang layang sudah siap sepenuhnya, tambahnya.

Kemudian Daddy menyebutkan permasalahan lainnya, yaitu lokasi untuk paralayang dan gantole di Sumedang yang cukup curam dan jauh sehingga kendaraan tidak bisa masuk. ”Termasuk (venue) pacuan kuda di Pangandaran aksesnya cukup panjang butuh perbaikan jalan,” tambahnya.

Rencananya usai meninjau di Subang, akan meninjau lokasi venue dayung di Cipule Karawang yang sebelumnya 6 bulan lalu masih ada akses jalan masuk yang belum selesai dan masih ada gulma yang belum diangkat.

”Nanti kami akan melihat progressnya sudah sejauh mana?” imbuhnya.

Di Kota Cirebon ada GOR Bima di dalamnya ada kolam renang ”Catherine Surya” yang sampai hari ini belum selesai. ”Harus diselesaikan rencananya menjadi aset Kota Cirebon,” katanya lagi.

Mengenai kebutuhan dana penyelesaian venue-venue masih diperhitungkan. ”Dari pantauan dana yang dibutuhkan (untuk menyelesaikan) bervariasi. Ada yang 4 milyar ada yang 8 milyar. Total dana untuk PON sebesar 1,74 trilyun,” jelasnya.

Kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Jawa Barat ini untuk meninjau langsung kesiapan venue-venue menjelang kesiapan sebagai Penyelenggara PON XIX tahun 2016. Venue yang akan dipergunakan berada di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat.(HPP Jabar/Yayat)





TEKS FOTO : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady

Tangkal Bahaya LGBT, Bangun Komunikasi dengan Keluarga


XPOSNEWS.com, (Subang) - Untuk melindungi anak dari pengaruh penyimpangan seksual berupa lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan tindak kekerasan seksual perlu dilakukan penanaman pemahaman agama yang kuat dan membangun komunikasi berkualitas di dalam keluarga.

”Memang peran orang tua harus lebih aktif. Kita sering menyampaikan kesadaran kepada anggota keluarga untuk mewaspadai ancaman kekerasan kepada anak. Mau itu dari beda jenis maupun sesama jenis. Intinya penanaman agama dan komunikasi yang berkualitas dalam keluarga,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Dewi Ojang Sohandi usai menghadiri Acara di Aula Pemda Subang, Kamis (25/2).

Kemudian dikatakan oleh Dewi, ancaman bahaya LGBT tidak bisa dianggap ringan ditengah merebaknya kemajuan teknologi yang makin pesat. Maka pendekatan dengan keluarga perlu dilakukan lebih intensif disamping sebagai pendamping suami.

"Itu sering kita sampaikan kepada anggota kami. Supaya membagun komunikasi dengan keluarga di rumah disamping sebagai pendamping suami yang menjadi abdi negara,” imbuhnya.

Selanjutya kata Dewi, keberadaan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang supaya bisa membantu pemerintah dengan mensosialisasikan kepada masyarakat.

”Kan, peran KPAD adalah intinya untuk melindungi anak-anak,” pungkasnya.(Hilda)



TEKS FOTO : Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Dewi Ojang Sohandi

Netty Heryawan Lantik Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Indramayu

XPOSNEWS.com, (Indramayu) - Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan melantik Nani Indriyani Supendi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Indramayu periode 2016-2021 Pendopo Bupati Indramayu, Rabu (24/2).

Dalam arahannya, Netty menuturkan tantangan bagi kader PKK saat ini yaitu kemajuan teknologi bagi keluarga di masyarakat yang harus diwaspadai. Dengan penggunaan gawai (ponsel) dan komputer, berbagai informasi dan pornografi dapat diakses maka harus adanya pendampingan dalam menggunakan jika dilakukan pembiaran akan merusak karakter anak.

"Selain pornografi, ada tiga musuh besar dalam keluarga. Antara lain Human Trafficking yang merupakan perbudakan modern sebagai kejahatan internasional, Narkoba dan HIV/Aids," tegasnya.

Lanjutnya, keberadaan PKK maupun Dharma Wanita kita harus menjalankan peran dan tugas dalam melakukan proses perbaikan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Jangan lelah untuk mencari potensi yang ada di Kabupaten Indramayu berupa produk lokal unggulan baik berupa Kerajinan, kuliner dan fashion dengan melekatkan unsur seni dan budaya. "Sehingga dapat menurunkan jumlah buruh migran dan meningkatkan pemberdayaan bagi perempuan maka kesejahteraan akan terwujud," harapnya.

Bupati Indramayu, Anna Sophanah mengatakan peran PKK sebagai pemberdayaan keluarga di masyarakat dalam memaksimalkan fungsi keluarga sebagai pilar bangsa juga pembentukan karakter cerdas. Maka PKK sebagai mitra pemerintah harus dapat membangun kerjasama dan sinergitas dengan Dinas terkait dalam pembangunan Jawa Barat khususnya Kabupaten Indramayu.

"Selain itu saya berpesan pada Dekranasda Kabupaten Indramayu agar dapat meningkatkan peran dan fungsi dalam menghasilkan produk kerajinan unggulan daerah. Dan mampu memasarkan dimana tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga mengurangi pengangguran di Indramayu," lanjutnya.

Ketua Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indramayu, Nani Indriyani Supendi merupakan istri dari Wakil Bupati Indramayu Supendi yang telah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat pada tanggal 17 Februari 2016 bersama Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu periode 2016-2021.

Dihadiri oleh Bupati Indramayu Anna Sophanah, Wakil Bupati Indramayu Supendi, Kepala BKPP Wilayah III Toto Mohamad Toha, Ketua TP PKK dan Dekranasda Wilayah III serta organisasi wanita di Kabupaten Indramayu. Selain pelantikan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Indramayu, juga dilaksanakan Pertemuan rutin dengan Dharma Wanita Wilayah III Jawa Barat.(HPP Jabar/Mad)

Investasi di Bandung, Proses Izin Butuh 3 Jam, Besok Bisa Langsung Bangun


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, di Bandung untuk izin investasi di daerah saat ini sudah diberlakukan peroses izin investasi hanya 3 jam, besoknya langsung investor bisa membangun.

Menurut Aher, payung hukum dari proses perizinan cepat untuk investasi itu dalam MoU antara Pemerintah Provinsi dan beberapa pihak diantaranya Polri, Kejaksaaan dan Mendagri yang dilakukan di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kita sudah tandatangani MoU nya, jadi sekarang untuk investasi, investor yang mengurus izin hanya butuh waktu 3 jam, izin keluar dan besoknya langsung bisa membangun” ujar Aher.

Hal itu dilakukan untuk percepatan investasi di Indonesia, dengan kemudahan izin yang mudah dan cepat. Disinggung apakah izin yang cepat itu tidak melanggara aturan, Aher menegaskan tidak.

“Tidak melanggar aturan apa-apa, karena prosesnya memang diamanatkan oleh Pemerintah pusat harus cepat. Adapun kalau ada masalah setelah itu, maka bisa diselesaikan secara pararel,” jelasnya.

Menurut Aher, aturan baru itu ditanggapi positif oleh dunia usaha, karena sebelumnya izin yang biasanya bulanan, bisa selesai dalam hitungan jam. (HPP Jabar/Mad)

Dinkes Jabar : Tercatat, Ada Delapan Isu Strategis Kesehatan


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Dinkes Jabar mencatat delapan isu strategis kesehatan. Isu strategis tersebut meliputi, pertama, penguatan Puskesmas dalam mendukung upaya promotif dan preventif guna terimplementasinya pendekatan keluarga dalam pembangunan kesehatan. Kedua, penguatan peran lintas sektor secara terintegrasi untuk mendukung gerakan masyarakat sehat. Ketiga, upaya pencapaian target akreditasi Puskesmas (1 Kecamatan minimal 1 Puskesmas) dan akreditasi rumah sakit untuk 1 Kabupaten/Kota minimal 1 rumah sakit terakreditasi. Hal itu, dipaparkan Kadis Kesehatan Jabar, Alma Luciaty dalam raker bersama Komisi V DPRD Jabar, Kamis (25/2).

Menurut Alma, hal keempat yang menjadi isu strategis adalah pemenuhan, pemerataan, retensi dan pendayagunaan SDM kesehatan untuk mendukung primary health care dan pelayanan kesehatan rumah sakit. Kelima, sinkronisasi dan integrasi sumber daya kesehatan termasuk anggaran pusat dan daerah dalam mendukung pencapaian target-target pembangunan kesehatan.

Keenam, pengendalian dan peningkatan kewaspadaan penyakit serta penanggulangan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB). Ketujuh, kesiapan bidang kesehatan dalam penertiban tenaga kesehatan WNA dalam pelayanan kesehatan. Kemudian, kedelapan, mendukung pelaksanaan JKN, dengan mempersiapkan fasilitas kesehatan yang bermutu.

Berkenaan dengan isu-isu strategis tersebut, jelas Alma, program unggulan yang disiapkan di tahun 2017 antara lain : promosi kesehatan, pengembangan lingkungan sehat , program pelayanan kesehatan, program pengendalian penyakit menular dan tidak menular, program sumber daya kesehatan dan program manajemen kesehatan.

Dengan pelayanan kesehatan, diharapkan dapat menurunkan rasio kematian ibu sebesar 88/100.000 KH, ratio kematian bayi sebesar 5,6/1000 KH, dan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 87 persen, ujar Alma.

Selanjutnya untuk pengendalian penyakit, jumlah Puskesmas di Kabupaten/Kota yang mampu melaksanakan tes HIv sebanyak 954 Puskesmas, cakupan pelayanan diare sebesar 100 persen, menurunnya proporsi cacat tingkat II pada penderita kusta sebanyak 11 persen serta kasus rabies pada manusia sebesar 0 persen, ungkap Alma. (HPP Jabar/Hilda)



TEKS FOTO : Kadis Kesehatan Jabar, Alma Luciaty

Rencana Pembangunan KA Cepat Lintas Jakarta-Bandung Sudah Ada dalam Perda Jabar


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan mengatakan, rencana pembangunan Kereta Api Cepat lintas Jakarta-Bandung sudah ada dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029.

“Rencana pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung itu tercantum pada pasal 60 huruf a poin 6 tentang rencana keterkaitan fungsional antar wilayah pengembangan dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur wilayah. Jadi, pembangunan jalur kereta api cepat lintas Jakarta-Bandung sudah ada di Perda Jawa Barat,” kata Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan menjawab salah satu pertanyaan dari Komisi II DPR RI pada acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Jawa Barat Dalam Rangka Pembahasan Tata Ruang, di Ruang Sangga Buana Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/2).

Namun ternyata, lanjut Gubernur, untuk menyambungkan dengan Perda Kabupaten/Kota juga tidak mudah. Karena ketika dibuat boleh jadi sejumlah kabupaten/kota, dalam perdanya tidak juga muncul kalimat itu. Karena rencananya ada pada pemerintah provinsi sehingga di kabupaten/kota rencana tersebut mungkin terlewat.

“Inilah yang kemarin dibahas panjang lebar, maka dikeluarkanlah Perpres (Peraturan Presiden) karena Perpres di atas Perda, karena kalau harus mengubah perda, penyesuaian tata ruang kabupaten/kota yang dilewati oleh kereta api cepat, itu prosesnya cukup panjang. Mungkin setahun itu sudah paling cepat kelihatannya. Oleh karena itu, di-by pass lewat Perpres, nanti perda menyesuaikan kepada Perpres. Itu kesepakatan kita kemarin. Tapi, yang Kota Bandung aman, Kabupaten Bandung aman, Kabupaten Bandung Barat aman, kemudian Purwakarta juga sudah masuk tata ruangnya untuk kereta api cepat, tinggal yang belum itu Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Kang Aher itu.

Selanjutnya terkait dengan Kawasan Strategis Provinsi,  jelas Aher, jalur kereta api cepat lintas Jakarta-Bandung berada pada Koridor Purwakarta-Padalarang.

Adapun kawasan baru yang akan dikembangkan atau transit oriented development (TOD) adalah di Karawang kurang lebih 250 hektar, Walini sementara tahap satu 1270 hektar,  tahap kedua 3.000 hektar, tahap ketiga 3.000 hektar dan seterusnya sampai di atas 10.000 hektar.

Keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Walini adalah membuat kota baru dengan segala tuntutan perkotaannya, dan bukan pemukiman mewah baru.

“Kalau TOD Karawang itu baru, KCIC yang mengembangkan, Tegalluar juga baru. Kalau Walini pembicaraannya sudah sangat lama. Sebenarnya sejak tahun 2007 sudah dibicarakan, karena secara tata ruang, secara planologi, ketika sebuah perkotaan sudah sangat padat, maka seharusnya pemerintah berhasil melahirkan kota baru, kawasan pemukiman baru dengan segala makna pemukiman dan perkotaan itu sendiri. Walini itu adalah kawasan pemukiman baru, perkotaan baru, bukan kawasan perumahan mewah baru. Ini sikap kami. Jadi nanti kalau ada penyimpangan di lapangan mari kita tegor sama-sama, karena ini tentunya pemerintah pusat yang punya rencana c.q. KCIC, gabungan konsorsium antara indonesia dan china,” tegas Aher.

Di Tegalluar nanti, menurut Aher, akan terbangun LRT Bandung Raya, karena tidak mungkin kereta api cepat sampai Tegalluar, kemudian dari Tegalluar naik angkot.

“Itu tidak mungkin, jadi, harus ada moda transportasi yang memadai untuk sebuah perkotaan,” katanya.(HPP Jabar/Mad) 

Komisi II DPR RI : RDTR Jawa Barat Bisa Jadi Percontohan Daerah Lain


XPOSNEWS.com, (Bandung) - Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dimiliki Provinsi Jawa Barat bisa menjadi percontohan bagi Provinsi lain bila semua Kota dan Kabupatennya telah memiliki RDTR sebagai salah satu dasar pemberian izin pembangunan di suatu daerah.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy saat melakukan kunjungan kerja bersama anggotanya ke Gedung Sate Bandung, Rabu (24/02) dan beraudiensi langsung dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang didampingi oleh OPD terkait.

“Kita minta Provinsi Jawa Barat dengan sumber daya yang dimiliki RDTR nya segera diselesaikan supaya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain”, Kata Lukman.

Menurutnya, provinsi lain di Indonesia mengalami persoalan penyusunan RDTR yang kompleks, namun tidak seperti Jawa Barat yang RDTR nya telah menjadi pedoman bagi seluruh Kabupaten/ Kota di Jawa Barat. “Oleh sebab itu Jawa Barat yang punya SDM yang cukup bisa menjadi contoh bagi daerah lain”, tegasnya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan, saat ini RDTR di 26 Kabupaten/Kota di Jabar telah ditetapkan dalam bentuk Perda, hanya tinggal satu RDTR yang belum yaitu RDTR Kabupaten baru Pangandaran. “Insya Allah ini bukan masalah, karena Pangandaran adalah daerah otonomi terbaru dan baru saja terpilih Bupatinya hasil Pilkada langsung”, ujar Aher.

Saat ini pun menurutnya, RDTR Kabupaten Pangandaran masih dalam proses perbaikan hasil Raperda sesuai berita acara rapat Pokja Perencanaan Tata Ruang yang dilaksanakan tanggal 11 Agustus 2015 lalu. “Jadi satu sampai dua puluh tujuh Kabupaten/Kota kecuali Pangandaran saja sebagai otonomi baru yang belum memiliki RDTR”, tambahnya.(HPP Jabar/Yu)

Provinsi Jabar Tangani Mitigasi Bencana Libatkan Masyarakat dan Komunitas


XPOSNEWS.com, (Jakarta) - Sebagai daerah dengan rawan bencana tertinggi di Indonesia, Provinsi Jawa Barat perlu melibatkan semua pihak termasuk komunitas dan masyarakat sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar sebuah bencana tidak menimbulkan korban dan materi yang begitu besar.

Ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Seluruh Indonesia yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Hotel Bidakara Jakarta, pada Rabu (24/2), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, bahwa sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana, perlu melibatkan berbagai komunitas dan peran serta masyarakat di sekitar daerah rawan bencana. Selain itu, kesadaran masyarakat pun perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi tentang bencana yang bisa terjadi.

“Kita bentuk upaya mitigasi atau pencegahannya dulu, early warning system (sistem peringatan dini) dan menyangkut juga kerjasama dengan berbagai komunitas yang ada  yang memang concern (ahli) di bidang itu. Ini untuk pra bencana, jadi jangan menunggu bencana terjadi!” ujar Deddy.

“Kita sudah tahu titik-titik rawan yang selama ini memang selalu ada bencana. Nah, bagaimana memberitahukan dan melatih masyarakatnya bersama komunitas agar sebelum terjadi bencana harus mengungsi dulu. Misalkan hujan besar seperti di daerah longsor, saat sudah terjadi dua jam hujan - penduduk di kampung tersebut harus sudah mengungsi. Jadi korban bisa dihindari, ya syukur kalau tidak terjadi bencana. Jadi penguatan masyarakat juga sangat penting,” papar Deddy.

Deddy pun mengatakan, pihaknya kini tengah mendorong agar semua kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat untuk segera memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) termasuk daerah yang dikategorikan tidak rawan bencana. Hal ini perlu untuk koordinasi ketika bencana terjadi, baik untuk distribusi bantuan, evakuasi korban, atau pun hal lainnya.

“Jangan main-main dengan tidak ada BPBD di setiap kabupaten/kota. Karena kabupaten/kota yang tidak punya BPBD ini gambling dengan nyawa manusia,” tegas Deddy.

Deddy menambahkan edukasi mengenai bencana pun perlu untuk dilakukan. Menurut Deddy, sekolah-sekolah perlu memberikan pendidikan atau pengetahuan tentang kebencanaan kepada anak didiknya, sehingga akan tercipta generasi sadar bencana ke depannya.

Pada kesempatan ini, Deddy pun sempat menyinggung mengenai bencana karena ulah manusia yaitu rusaknya lingkungan alam disebabkan oleh limbah industri dan penambangan liar. Menurutnya, penegakan hukum terhadap para perusak lingungan masih sangat lemah dan tidak menimbulkan efek jera.

“Bagaimana membangun kultur dari masyarakat yang peduli pada lingkungannya dan juga mengantispasi bencana. Saya kira sangat sulit pada saat penegakan hukum ini tidak betul-betul serius dibenahi dalam masalah kebencanaan, khususnya bencana yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri,” tutur Deddy.

Rakornas Penanggulangan Bencana merupakan rapat kerja dan forum diskusi mengenai masalah kebencanaan dan penanggulangannya. Rakornas yang digelar dari tanggal 24-25 Februari 2016 ini dibuka oleh Menko Polhukam RI Luhut Binsar Pandjaitan dan dihadiri jajaran Menteri Kabinet Kerja lainnya, seperti Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, serta Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI.

Rakornas dihadiri peserta sekitar 3.000 orang yang berasal dari komponen pimpinan daerah baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, kementerian/lembaga, unsur TNI dan Polri, BPBD seluruh Indonesia, NGO, para Duta Besar Negara Asean, serta para Duta Besar Negara Pendonor seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Tujuan digelarnya rakornas ini yaitu untuk mensinergikan setiap program kementerian/lembaga, antara pemerintah pusat dan daerah di dalam penanggulangan bencana. Diharapkan rakornas ini akan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai arah kebijakan penanggulangan bencana serta bisa meningkatkan ketangguhan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana.(HPP Jabar/Mad)

3 Anak Muda Bogor Gagas Mobil Wisata


XPOSNEWS.com, (Bogor) - Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman menerima tiga anak muda yang punya keinginan dan gagasan membuat mobil wisata untuk Kota Bogor. Paparan ide tersebut disampaikan ketiga anak muda kepada Usmar di Bogor Green Room, Rabu (24/2).

Adalah Rian, Rizal, dan Igor anak muda yang punya keinginan Kota Bogor memiliki mobil pariwisata, memaparkan keinginannya di depan Usmar, tujuan mobil pariwisata adalah untuk menambah khasanah pariwisata Kota Bogor dengan menyediakan sarana baru yang disebut dengan mobil "Goo Ways".

Gagasan ini diinisiasi Rian, alumnus Universitas Gunadarma tahun 2015. "Awalnya ketika nongkrong melihat taman-taman yang ada di Kota Bogor, terlintas ide ingin menyediakan satu wahana khusus yang lebih ramah lingkungan dalam menikmati suasana Kota Bogor, khususnya taman-taman yang ada di Kota Bogor," terang Rian.

Adapun destinasi yang akan dilalui adalah Lapangan Sempur, Taman Kencana, Kebun Raya Bogor dan Taman Heulang. Namun, dari destinasi-destinasi yang kami ajukan sementara hanya dua lokasi yang disetujui, yakni, Taman Heulang dan Taman Kencana.

"Kebetulan sekali ide ini sejalan dengan salah satu program DLLAJ Kota Bogor," kata Rian.

Saat ini mobil "Goo Ways" karya Rian cs masih dalam pengerjaan. "Insya Allah akhir maret akan uji coba kelayakan oleh DLLAJ Kota Bogor," cetus Rizal. Kendaraan wisata bermodel VW Combi ini memakan dana sebesar 15 juta dalam proses pengerjaannya. 

Terkait ide yang dikemukakan Rian, Rizal, dan Igor, Usmar menyampaikan apresiasinya. “Selama mengikuti aturan dan prosedur yang ada, kami akan mendukung ide-ide yang dimiliki para generasi muda Kota Bogor. Apalagi ini juga akan menambah kekhasan wahana untuk menikmati objek-objek pariwisata khususnya taman-taman yang ada di Kota Bogor,” kata Usmar. (Mad)

150 UMKM Kota Bogor Ikuti Pelatihan Manajemen Ritel Modern


XPOSNEWS.com, (Bogor) - PT Sumber Alfarian Trijaya Tbk, atau biasa dikenal Alfamart mengadakan Pelatihan Manajamen Ritel Modern kepada 150 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bogor pada Rabu (23/2). Bertempat di Ruang Rapat I Balaikota, pelatihan ini merupakan program pendidikan pembinaan UMKM dari Alfamart yang sudah dilakukan sejak 2006 di setiap wilayah jaringan toko Alfamart.

Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan pada pelatihan ini diajarkan bagaimana cara berdagang yang baik dan benar. Karena selama ini pelaku UMKM sering kali tidak bisa memisahkan antara uang dagang dan uang keuntungan, sehingga membuat usaha yang dijalankan tidak dapat berkembang dan maju. “Kuncinya harus disiplin dan harus tahu keinginan konsumen, tidak bisa pedagang melawan arus,” ujar Solihin.


Selain memberikan pelatihan manajemen ritel, Alfamart juga menawarkan harga khusus untuk menjadi member Outlet Binaan Alfamart (ODA). Menurut Solihin, sudah saatnya ritel tradisional dan ritel modern tumbuh berdampingan dan saling bersinergi. Hal itu juga sejalan dengan visi Alfamart yang berorientasi pada pemberdaayan pedagang kecil. “Kalau pedagang kecilnya bisa maju, ekonomi juga bisa semakin berkembang,” jelas Solihin.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan jaringan yang dimiliki Alfamart bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjangkau warga yang membutuhkan pelatihan terutama pelaku bisnis ritel di rumah. Apalagi ada tiga hal dalam pelatihan ini yakni pelatihan secara teknis tentang manajamen keuangan, pemberian motivasi dan penyampaian peningkatan kualitas yang juga penting. “Ini jalan dan langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih baik,” pungkas Bima. (Urip)

 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera