XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Pusat Pengelolaan Resiko dan Peluang Iklim Institut Pertanian Bogor (PPRPI-IPB) adakan audiensi dengan Walikota Bogor, guna membuka kerjasama dalam mengembangkan kota hijau dengan emisi rendah karbon. Audiensi berlangsung di Ruang Tamu Walikota, Kamis (05/03/2015).
Sekretaris Pusat Pengelolaan Resiko dan Peluang Iklim IPB, Ardiansyah mengatakan, pihaknya menyampaikan maksud dan tujuan dalam audiensi tersebut, bahwa pihaknya mempunyai kerjasama dengan Pusat Penelitian Hidup Jepang mengenai pengembangan sistem monitoring untuk Eco City atau Eco Campus. “Salah satu output yang diharapkan dari kerjasama ini adalah bagaimana kita bisa mengembangkan sistem monitoring untuk energi, dalam upaya mengembangkan Eco City,” ungkapnya.
Guna merealisasikan dari kerjasam tersebut, pihaknya merencanakan akan mendatangkan tim dari Jepang sebanyak 26 orang termasuk Direktur Riset Sosial dan Interaksi Internasional Prof. Fujita, akan hadir ke Bogor pada tanggal 8 Maret mendatang. Sekaligus akan memperkenalkan alat untuk membantu program Eco City berupa Sensor Untuk Mengukur Konsumsi Energi.
“Dengan alat ini kita dapat melihat pemanfaatan energi satu hari penuh, termasuk kapan puncak energi terjadi.Masyarakat umum pun dapat melihat konsumsi energi yang digunakan melalui internet,” urainya.
Alat monitor konsumsi energi ini akan dipasang di beberapa titik yaitu di kampus IPB, IPB International Convention Center (IICC), Taman Koleksi, dan kantor CC room.
Tanggapan Bima, Bima menyampaikan bahwa program Low Carbon Future of Bogor City Through Green Innovation yang diagendakan IPB sejalan dengan salah satu programnya saat ini.(MAD)
TEKS FOTO : Pusat Pengelolaan Resiko dan Peluang Iklim IPB audiensi dengan Walikota Bogor
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF







Posting Komentar