XPOSNEWS.com, (Bogor) - Pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di lingkar Kebun Raya Bogor, mengakibatkan menumpuknya 13 trayek Angkutan Kota (Angkot) di sepanjang jalan dekat Tugu Kujang menuju Jalan Otista dan BTM. Akibat menumpuknya berbagai trayek dari berbagai jurusan mengakibatkan gesekean antar sopir karena berebut penumpang yang sebelum diberlakukan program SSA mereka tidak pernah mengalami gesekan antar sopir.
Perubahan rute lintasan dari 13 trayek angkutan kota yang lewat di jalur SSA kini dirasa mereka tumpang tindih. Seluruhnya menumpuk ke arah yang sama menuju Jalan Otista.
"Gimana mau dapat penumpang, semua trayek masuk jalur Otista. Kita sesama sopir jadi rebutan penumpang," ungkap Ismet (50) sopir angkutan 23 jurusan Warung Jambu-Ramayana, kepada XPOSNEWS.com, Kamis, (7/4).
Ismet mengatakan, gesekan antar sopir akibat rebutan penumpang, padahal penumpang yang ada hanya bisa dihitung jari, sementara angkot yang masuk jalur SSA 13 trayek.
"Tadi siang (Kamis, 07/04) saja, para sopir dari trayek 02 bentrok dengan angkot 03, 09, 10, 11, 13 di depan Kantor Pos. Penyebanya, ya rebutan penumpang, sopir 02 merasa dengan hadirnya trayek 09 dan bus umum di jalur SSA pendapatan mereka kini menurun," jelas Ismet.
Gejolak saling gesekan antar sopir pun mulai merambah trayek 01 jurusan Ciawi-Ramayana dengan trayek 10 jurusan Bantar Kemang-Merdeka, aksi sweeping yang dilakukan oleh para sopir 01 dilakukan di Ekalos Plaza.
Sementara ditempat terpisah, sopir angkot trayek 06, 13 dan 11 melakukan demo dengan mensweeping trayek 09 dan 03 jurusan Sukasari-Warung Jambu, yang dianggap mereka keberadaan angkot 09 yang jalur tracknya lebih panjang dari trayek mereka, ditambah lagi dengan angkot trayek 09 kini masuk jalur SSA membuat penghasilan mereka makin menurun.
"Trayek 09 dalam surat selebaran yang kami terima dari dishub, tidak boleh melalui BTM, tapi kenyataaannya 09 masuk jalur kami, sehingga kami merasa dirugikan oleh trayek 09," jelas Didot (26) salah satu supir 06 jurusan Pakuan-Ramayana.
Salah satu sopir mengatakan, dengan adanya program SSA membuat mereka jadi sengsara, sesama sopir sering terjadi gesekan karena hanya masalah rebutan penumpang, tidak adilnya pembagian trayek seperti trayek 09 kini menjadi trayek yang paling subur mendapatkan penumpang.
"Pendapatan kami biasanya bersih Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu per hari sudah isi bensin, kini cuman Rp 20 ribu per hari," jelasnya.
Menurutnya, penumpang angkot 06 sekarang bisa dibawa angkot trayek 03 dan 09 yang melintas jalur SSA.
"Program SSA menyengsarakan rakyat kecil, kami bayar pajak, bayar kir, dan bayar trayek, tapi kami disengsarakan begini, lihat dong ke bawah, gimana rakyatnya sekarang ini sedang kesusahan, mereka para pejabat enak atur sana, atur sini, tanpa melihat akibat yang dibuat oleh pemerintah," ungkpanya dengan nada kesal. (Mad)
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF







Posting Komentar