XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Satu tahun kepemimpinan Walikota, Bima Arya, dan Wakil Walikota, Usmar Hariman, memperoleh kado istimewa. Kado istimewa tersebut adalah keberadaan Bogor Green Room (BGR) yang diresmikan pada Selasa (7/4/2015) di ruang rapat 3 Balaikota, Bogor.
Bima menyebut kehadiran BGR adalah bagian bagian dari upaya berkesinambungan menuju Bogor Smart City. Selama ini, kata Bima, ada beberapa program yang sudah dijalankan di kota Bogor, dalam rangka smart city seperti pajak online, perijinan online, atau pengaduan online.
“Berbagai program tersebut merupakan sistem yang dibangun untuk mempercepat proses pelayanan publik bagi masyarakat sekaligus membuat masyarakat memiliki banyak pintu atau akses untuk berkomunikasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Kehadiran BGR ini, lanjut Bima, pun tidak terlepas dari hadiah yang diterima pemerintah kota Bogor sebagai runner up pertama pada Indonesia Digital Society Award 2014.
“Hari ini memang baru tahap awal. Tetapi, ke depan BGR ditargetkan menjadi pusat data yang terintergasi semuanya. Saya sampaikan data sekecil apapun kalau dioleh dengan baik maka akan menjadi kebijakan yang baik. Jadi, pekerjaan rumahnya adalah bagaimana menjadikan data yang ada di sini ini terhubung dengan akselerasi kebijakan di lapangan,” urainya.
Bima pun menyebut,“Teknologi tidak boleh membuat kita malas. Justru dengan kehadiran teknologi, kita justru harus lebih rajin terjun ke lapangan karena kita lebih tahu kondisi,” kata Bima.
Sementara itu, Prof. Suhono Harso Supangkat selaku ketua grup peneliti Smart City ITB, menyampaikan apreasiasinya atas dukungan penuh pemerintah kota Bogor dalam mengimplementasikan BGR.
“Kota Bogor adalah adalah salah satu yang relative pesat dalam implementasi kota cerdas. Kebutulan ITB bersama salah satu media nasional menggagas indeks kota cerdas yang mudah-mudahan pada penilaian akhir pada bulan Agustus, kota Bogor akan masuk dalam daftar terbaik,” katanya.(Mad/Rilis Humas)
Sekilas BGR
BGR dikembangkan dibawah kerjasama antara Telkomsel, Telkom, LAPI ITB, dan Pemkot Bogor. Tujuannya untuk memberikan data dan informasi yang akurat dan real time yang akan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.
Melalui BGR ini, keadaan lalu lintas di beberapa titik lokasi telah dapat dipantau secara langsung, termasuk mobilitas kendaraan kepentingan publik seperti bis Trans Pakuan atau mobil pemadam kebakaran yang telah dilengkapi GPS.
Ke depan, BGR pun akan memiliki layanan digitalisasi informasi di Dinas Kesehatan; layanan kepariwisataan, termasuk kajian keramaian dan keuntungan lokasi pariwisata; digitalisasi informasi di Dinas Pendidikan mencakup e-Learning atau Learning Management System; meningkatkan ketanggapan terhadap bencana secara real time; dan analisis kondisi layanan dan biaya yang diperlukan untuk memberikan layanan PJU.
Seluruh pengembangan layanan tersebut akan dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun ini.
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF












Posting Komentar