XPOSNEWS.COM, (Bogor) - Puluhan pedagang bra dan celana ontrog Kantor Walikota Bogor di Jalan Ir. H. Juanda No : 10 Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Para pedagang meminta Walikota Bima Arya menunda lapak jualan mereka di Pasar Kebon Kembang Kota Bogor.
"Kita meminta jualan sampai malam lebaran. Jangan dibongkar sekarang, dimana kita mau cari makan," ujar Tini (38) pedagang pakaian dalam di Pasar Kebon Kembang.
Para pedagang mengaku tidak sanggup membeli kios baru di Blok A Pasar Kebon Kembang karena harganya sangat mahal. Kami meminta Bima Arya mengijinka berjualan sam,pai hari lebaran, Kami janji tidak akan berjualan lagi di situ, karena akan pulang kampong, “ kata mereka.
Menurut pedagang, harga kios per meter di Pasar Kebon Kembang Blok A mencapai Rp 25 juta per meter. Dari mana kita bisa beli kios semahal itu," kata wanita yang sudah puluhan tahun berjualan.
Aksi demo sempat memanas saat tidak ada satupun pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang menemui mereka. Untuk menghindari keributan, Direktur Utama PD PPJ, Abdul Latif menemui para pendemo di depan Balaikota Bogor.
Aksi demo sempat memanas saat tidak ada satupun pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang menemui mereka. Untuk menghindari keributan, Direktur Utama PD PPJ, Abdul Latif menemui para pendemo di depan Balaikota Bogor.
Kepada para pedagang, Abdul memberikan kesempatan untuk pedagang tetap berjualan sampai lebaran nanti."Hasil pertemuan dengan Pak Walikota, akhirnya disepakati pedagang boleh berjualan sampai malam takbiran. Silahkan kumpulkan uang dan nanti uangnya gunakan untuk beli kios," katanya yang disambut teriakan para pedagang.(Isp)
TEKS FOTO : Forum Komunikasi Pedagang Kecil (FKPK) Kota Bogor saat demo di depan gedung putih Balaikota Bogor.
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF







Posting Komentar