XPOSNEWS.com, (Cibinong) - Bersama para Muspida, Ketua MUI serta para Camat, Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti melaksanakan Rapat Koordinasi terbatas(Rakortas) membahas terkait persoalan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang menjadi polemik permasalahan di masyarakat saat ini, adapun rapat tersebut bertempat di Ruang Rapat Bupati Bogor, Pendopo Cibinong pada Rabu lalu (10/2).
Menurut Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti Pemerintah Kabupaten Bogor melalui tim Gabungan yang di bentuk telah melakukan penjemputan Eks Anggota Gafatar sebanyak 174 jiwa eks Gafatar asal Kabupaten Bogor, 97 jiwa telah menghuni BKS Citeureup. Sedangkan 77 lainnya masih berada di Asrama Haji Jakarta untuk diidentifikasi. Penjemputan dilakukan langsung oleh tim yang terdiri dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), Polres Bogor.
"Tim Penanganan Terpadu Gafatar Kabupaten Bogor, nantinya akan menempatkan mereka ke Balai Kesejateraan Sosial (BKS) Citeureup dan BKS Loji Sindangbarang."ungkapnya
lebih lanjut ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor juga pembinaan yang akan dilakukan pertama mereka akan dibina mengenai wawasan keagamaan melalui Kementerian Agama dan MUI Kabupaten Bogor. Kedua mereka juga akan dibina terkait wawasan kebangsaan melalui tim dinas terkait yang sudah disusun.
Nurhayanti juga menyampaikan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memilah Eks Anggota Gafatar menjadi beberapa alternatif diantaranya, mereka yang tidak punya keluarga dan mempunyai kemampuan bertani, bisa jadi akan diikutkan Program-Program Pemerintah Daerah. Namun, jika latar belakang mereka dengan profesi lain seperti, PNS, guru, dokter mau pun lainnya akan ditangani secara berbeda. Terpenting dikembalikan ke keluarga dulu setelah karantina.
"Penanganan Eks Anggota Gafatar tidak bisa hanya ditangani secara formalitas dan mengacu pada aturan yang kaku. Melainkan juga harus melalui pendekatan secara personal,Selanjutnya, pemerintah harus memberikan jaminan keamanan kepada para warga Eks Anggota Gafatar itu, "tandasnya.
Sementara itu,Ketua MUI Kabupaten Bogor Mukri Aji mengatakan, tidak mudah mengembalikan pemikiran mantan anggota eks Gafatar yang sebagian telah tertampung di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup. Sebab, mereka telanjur dicuci otaknya dengan pemikiran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah. “Cukup sulit karena mereka sudah terhipnotis dan dicuci otaknya. Tapi perlahan kami terus berusaha memulihkannya,” katanya.(Gio)
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF






Posting Komentar