NEWS TICKER

Citizen Journalism

Dari Desa

Pariwara

Hukum

Kriminal

Ekobis

Otomotif

Teknologi

Twitter


Rabu, 17 Februari 2016

NTT Youth Project : Ajak Masyarakat Sebagai Penggerak Perubahan Indonesia Timur


XPOSNEWS.com, (Jakarta) - Seperti yang sudah diketahui bahwa pada tanggal 14 Februari adalah hari kasih sayang atau biasa disebut dengan Valentine’s day. Sebagian orang merayakannya bersama dengan kekasih, keluarga, atau teman. 

Namun, ada yang menjadi perbedaan di hari minggu lalu (14/02/2016) di Museum Nasional Jakarta, yaitu sebuah komunitas yang bernama NTT Youth Project mempersembahkan sebuah acara kasih sayang dengan tujuan untuk menggalang dana dan buku keberlangsungan program NTT Youth Project, memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Indonesia Timur, dan memperkenalkan komunitas di Indonesia Timur. 

Dalam acara tersebut,  NTT Youth Project bekerja sama dengan SOS Children’s Villages mengusung tema  “Deep in The East : Cultures, Projects & People”. Sebagai ketua pelaksana, Elizabeth Adisti Citra Maharani, sangat berharap bahwa dengan adanya acara ini masyarakat akan semakin mengetahui keberadaan komunitas penggerak perubahan Indonesia Timur. 

“Saya berharap dengan adanya acara DITE (Deep in The East), masyarakat mengetahui komunitas-komunitas untuk Indonesia Timur dan juga ikut membantu dalam penggerak perubahan, khususnya untuk pendidikan,” ujar Adisti.

Acara tersebut dipersiapkan sebaik mungkin dari mulai Talkshow, tarian adat tradisional, bazar makanan, pameran foto Indonesia Timur, sampai nyanyian yang dibawakan oleh Papua Voices dan Hahae Community  sehingga menjadikan penonton sangat antusias dan menikmati acara DITE tersebut. Sebagai tanda masuk, para tamu yang menyumbang buku diberikan coklat sebagai souvenir. 

Sementara acara Talkshow, yang dibawakan Paulus Ronald Bogar Nono, yang juga sebagai Ketua dari NTT Youth Project menceritakan tentang kehidupan di kampung halamannya. Paulus Ronald memaparkan, keadaan pendidikan anak di NTT yang masih jauh tertinggal dari pendidikan di Ibu Kota.

Sebagai anak rantau, Paulus Ronald yang biasa dipanggil akrab Unan, juga menyemangati anak-anak rantau dari timur lainnya yang berada di Ibu Kota untuk mau kembali dan saling membantu guna membangun Indonesia Timur. Tidak lupa juga Unan mengajak masyarakat agar bisa saling bekerjasama dan membangun perubahan antarsesama.

 “Ketika kita membangun orang, maka kita menyentuh diri kita sendiri,” tutur Unan.

Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 pagi dan berakhir pada pukul 16.00, ditutup oleh tamu dan panitia yang menari tarian dari timur, kemudian tour keliling museum. (CJ/Chairiyani Ayunda)


TEKS FOTO : Pembicara (dari kiri ke kanan : Patrick Samuel, DR. Ayu Putu Eka, Paulus Ronald Bogar Nono) dalam acara Talkshow sedang mendiskusikan peluang membangun Indonesia Timur dalam sektor pendidikan.

G+

Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS

Print Berita Diatas

Print PDF

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 XPOS NEWS
Share on Blogger Music Free Download. Powered byMadiqtera