XPOSNEWS.com, (Jakarta) - Anggota Komisi Pangan DPR RI Akmal Pasluddin, memaparkan pihak Komisi Pangan DPR RI mengingatkan pemerintah bahwa beban Biaya Pangan dan Energi masih akan cukup berat untuk ditanggung oleh rakyat di tahun 2016, di DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).
Hal yang menjadi alasannya tata kelola pangan akibat dari tidak sinkronnya antara produksi dan distribusi, masih saja terjadi. Ketidak sinkronan tersebut terjadi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menyelesaikan masalah pangan.
“Data Kementan produksi pangan naik. Namun, kebijakan Kemendag menaikkan nilai impor pangan merupakan bukti nyata kurang koordinasi antar lembaga tinggi Negara untuk bisa saling bekerjasama memperbaiki masalah pangan.
Selain Biaya Pangan yang disorot juga disorot masih tingginya Biaya Energi di tahun 2016. Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) di hari pertama bulan Februari 2016, Senin (1/2) mengumumkan laju inflasi Januari 2016 sebesar 0,51%. Dengan demikian, persoalan pangan hingga tarif listrik menjadi pemicu inflasi Januari.“Pemerintah, ujar Akmal harus selalu waspada, bahwa tantangan 2016 ini masih akan diliputi masalah pangan dan energi.(Yayat H)
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF






Posting Komentar