XPOSNEWS.com, (Bogor) - Setelah sebelumnya membuka Musrembang Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Utara, kali ini Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman membuka kegiatan Musrenbang wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Acara berlangsung di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Jalan Layungsari Bondongan Kota Bogor, Selasa (16/2).
Dalam arahannya Usmar kembali mengingatkan agar perencanaan pembangunan yang diusulkan masyarakat dapat berjalan selaras dengan visi dan misi Kota Bogor. Demikian pula halnya dengan skala prioritas, Usmar harap agar warga dapat menyesuaikannya. “Di Kecamatan Bogor Selatan saya dapat membaca dan melihat apa yang dicanangkan dalam rangka pembangunan dalam lima tahun selama kepemimpinan kami. Dimana cikal bakal dan aplikasinya lahir dari Musrenbang,” katanya.
Menurut Usmar, yang lebih mengetahui secara persis apa yang dilakukan maupun yang akan dibahas tentunya adalah para aparatur wilayah terkait. “Output yang sedang maupun yang akan dilakukan hanya diri kita sendiri yang mengetahuinya. Kalau manfaat pembangunan belum berdampak bagi masyarakat maka harus ada koreksi bersama-sama, contohnya infrastruktur jalan setapak. Perencanaannya bagus namun implementasinya kurang bagus. Karenanya harus ada pengawalan proses yang berjalan hingga rampungnya pengerjaannya,” beber Usmar.
Kecamatan Bogor Selatan, lanjut Usmar, memiliki keunikan baik dari aspek fisik, sosial, kultur, dan lain sebagainya. Hal ini dapat menjadi latar belakang dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan keunikan dan kekhasan yang dimiliki setiap kawasan, sambung Usmar, harus digali dan dikembangkan dalam rangka melakukan pembangunan bagi masyarakat. “Mudah-mudahan pembangunan dan hasilnya dapat menyebar di 16 kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Selatan. Mari kita kawal prosesnya sehingga pelaksanaanya lebih efektif dan lebih efisien,” sambungnya.
Penggunaan e-Planning yang dicanangkan Bappeda Kota Bogor dalam aplikasi hasil Musrenbang tingkat kecamatan juga menjadi hal yang disampaikan Usmar. e-Planning ini ditujukan agar ditujukan dapat mereduksi tumpang tindih koordinasi. Selain itu terbukanya aksesibiltas dapat membuka keterisoliran pembangunan kawasan Bogor Selatan menuju pembangunan menjadi lebih baik.
Sedangkan Camat Bogor Selatan Usman TZ mengatakan, tahapan perencanaan telah dilakukan di kelurahan dengan mengikuti arahan dan aturan dari Bappeda. “Pada proses di kelurahan banyak perkembangan yang perlu mendapat perhatian khusus. Terutama permasalahan fisik di titik-titik rawan longsor yang memerlukan penanganan serius seperti daerah aliran sungai besar Cisadane. Perkembangan penduduk yang cukup pesat, perlu penanganan juga,” ungkap Usman.
Terkait masalah kemiskinan, disampaikan Usman bahwa Kelurahan Mulyaharja menempati posisi kedua kawasan di Kota Bogor dengan angka kemiskinan cukup tinggi. Kondisi ini lanjutnya telah disikapi melalui banyak program yang telah dilakukan, “Namun terkait kondisi terbaru dimana kita juga perlu mengantisipasi adanya warga miskin baru dampak dari adanya PHK bagi 200 orang, akibat pailitnya perusahaan tempat mereka bekerja. Belum lagi perumahan BNR yang mulai mengurangi pegawainya,” tegas Usman.
Dalam Musrenbang Kecamatan Bogor Selatan, akan dibahas 160 kegiatan yang diusulkan. Terkait data, secara khusus Camat Bogor Selatan menerangkan tentang kondisi kerawanan Bogor Selatan yang ada di peringkat kelima berdasarkan data dari kepolisian Kota Bogor. “Itu tidak membuat kami lengah. Untuk fasilitas kesehatan cukup memadai namun belum ada Puskesmas yang menyelenggarakan rawat inap. Untuk itu kami akan berusaha agar ada Puskesmas di Bogor Selatan yang dapat menyediakan fasilitas rawat inap,” pungkas Usman. (Yu)
Jika Anda menyukai Berita ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman berita setiap ada berita yang terbit di XPOS NEWS
Print Berita Diatas
Print PDF







Posting Komentar